Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Kalimantan Barat diduga terbawa angin hingga ke Sarawak, Malaysia. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalbar bersama pemerintah pusat turun mengecek lokasi kebakaran.
Kepala Dinas LHK Kalbar Adi Yani mengatakan, informasi mengenai asap yang diduga mengarah ke Sarawak diterima dari jajaran Kementerian Kehutanan. Pemerintah daerah kemudian diminta memastikan titik kebakaran di wilayah perbatasan.
"Dapat informasi bahwa ada kebakaran di daerah perbatasan yang asapnya diduga ke seberang," kata Adi Yani, Sabtu (15/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung ke lapangan untuk mengecek sejumlah lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran.
Adi mengatakan, dari pengecekan awal memang ditemukan beberapa lokasi yang terbakar. Namun, pemerintah masih menunggu hasil kajian dari kementerian untuk memastikan kondisi dan dampak kebakaran tersebut.
"Kita menunggu laporan hasil kajian dari mereka. Memang ada beberapa lokasi yang terbakar," ujarnya.
Polisi Sarawak Sebut Asap Mengarah ke Malaysia
Adi juga telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian Sarawak untuk memastikan informasi mengenai asap karhutla yang diduga masuk ke wilayah Malaysia.
Berdasarkan komunikasi tersebut, asap memang terpantau mengarah ke Sarawak. Namun, Adi menegaskan sumber asap tidak serta-merta seluruhnya berasal dari wilayah Kalimantan Barat.
"Polisi Sarawak mengatakan asap memang mengarah ke tempat mereka. Namun, kebakaran itu tidak hanya dari tempat kita. Dari tempat mereka juga ada yang terbakar di arealnya," jelasnya.
Menurut Adi, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan asap bergerak melintasi wilayah perbatasan. Karena itu, informasi mengenai kabut asap lintas batas perlu disampaikan secara berimbang.
"Jadi memang ada asap yang mengarah ke sana, tetapi sumber kebakaran juga perlu dilihat. Tidak bisa semuanya dikatakan berasal dari wilayah kita," ujarnya.
Pemerintah Kalbar bersama pemerintah pusat kini masih melakukan pengecekan terhadap lokasi-lokasi kebakaran di wilayah perbatasan. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Selain pengecekan lapangan, upaya pemadaman dan pencegahan karhutla terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Adi mengatakan, pengendalian kebakaran menjadi penting untuk mencegah asap semakin meluas, terutama di kawasan perbatasan yang berpotensi terdampak pergerakan angin.
"Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat dan pemegang izin untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melakukan penanganan apabila menemukan titik api," katanya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Koleksi Pilihan
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan
