Aksi tersebut terekam dalam sebuah video singkat yang kemudian viral di media sosial. Puluhan pengendara terlihat memacu kendaraan masing-masing untuk menjadi yang pertama tiba di depan mesin pompa BBM subsidi.
Bukan hanya saling mendahului, sejumlah pengendara bahkan terlihat berusaha menyelinap di antara kendaraan lain. Kondisi tersebut membuat suasana di pintu masuk SPBU tampak seperti adegan start balapan.
Video itu semakin mengundang perhatian setelah sang pengunggah menambahkan voiceover dan dubbing dengan gaya narasi komentator balap MotoGP. Aksi para pengendara yang saling salip pun terdengar semakin dramatis dan mengundang tawa.
Namun, di balik kemasan komedi tersebut, terselip persoalan serius mengenai sulitnya masyarakat mendapatkan BBM, khususnya Pertalite. Warga Pangkalan Bun, Nita Tilana menilai video tersebut memang menghibur. Namun, menurutnya, tayangan itu sekaligus menggambarkan kondisi masyarakat yang harus berebut untuk mendapatkan BBM.
"Sejujurnya melihat tayangan video yang dinarasikan seperti MotoGP membuat kita terhibur, namun sekaligus miris. Itu menandakan persoalan BBM ini masih belum bisa diselesaikan," kata Nita, Senin (3/7/2026) pagi.
Ia juga menyoroti banyaknya pengendara perempuan yang terlihat ikut berebut dan saling mendahului, bahkan ketika rantai portal belum sepenuhnya dibuka.
Menurut Nita, antrean kendaraan yang bisa mencapai ratusan unit juga perlu menjadi perhatian. Ia menduga tidak seluruh BBM yang dibeli digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Yang anehnya, ada stok-stok bergalon-galon di kios-kios BBM eceran di tepi jalan, padahal kami masyarakat begitu sulit mendapatkan BBM untuk harian," ujarnya.
Persoalan tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian serius agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.
Warga lainnya, Marto Idur, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah bersama satgas BBM untuk mengatasi persoalan distribusi. Namun, menurutnya, hasilnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Ia menilai salah satu hal yang perlu dibenahi adalah keberadaan pengetap BBM yang membeli dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya kembali.
"Memang sulit kondisinya sekarang ini. Jadi ada video-video yang dikomedikan menjadi hiburan kita juga, sekaligus kritik," katanya.
Viralnya video tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi tontonan lucu di media sosial. Adegan puluhan motor yang langsung 'gaspol' begitu portal dibuka justru menjadi gambaran bagaimana ketatnya persaingan warga mendapatkan BBM.
Layaknya start MotoGP, setiap pengendara seolah berlomba menjadi yang terdepan. Bedanya, kali ini tidak ada podium dan trofi yang diperebutkan, melainkan kesempatan mendapatkan BBM di tengah panjangnya antrean.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/des)