Pertamini di Pangkalan Bun Jadi Sorotan Saat Warga Krisis BBM

Kalimantan Tengah

Pertamini di Pangkalan Bun Jadi Sorotan Saat Warga Krisis BBM

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 01 Agu 2026 15:00 WIB
Kios Pertamini di Pangkalan Bun
Kios Pertamini di Pangkalan Bun. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Barat -

Masyarakat Pangkalan Bun digegerkan sebuah Pertamini di kawasan Bundaran Tudung Saji. Terlihat sejumlah galon berisi BBM tersusun penuh di lokasi tersebut saat pasokan BBM sedang sulit didapat.

Salah seorang warga Pangkalan Bun, Rahman Hartono, mengaku terkejut saat mendatangi Pertamini tersebut untuk membeli BBM Pertalite. Menurutnya kondisi itu menimbulkan tanda tanya di tengah kelangkaan yang sedang dirasakan masyarakat.

"Harga Pertalite eceran tembus Rp20 ribu mau tidak mau ya dibeli karena dj SPBU antre panjang. Yang jadi perhatian saya justru tumpukan galon berisi BBM itu dari mana," kata Rahman, Sabtu (1/8/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai asal-usul pasokan BBM yang dijual dalam jumlah cukup banyak ditengah antrean panjang di SPBU.

Fenomena itu pun menjadi bahan pembicaraan warga. Banyak yeng mempertanyakan mengapa pengecer masih memiliki stok BBM cukup ketika masyarakat harus rela mengantre demi mendapatkan BBM.

Menanggapi persoalan distribusi BBM , Sales Branch Manager ll Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Putra Niaga, Lucky Haryanto, menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan SPBU melanggar standar operasional prosedur (SOP). Lucky mengatakan setiap laporan maupun temuan akan ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan berlaku.

"Apabila ditemukan SPBU yang melanggar SOP maka akan kami lakukan tindakan. Jika masih berulang kali melakukan kesalahan, izinnya dapat dicabut dan operasionalnya ditutup," tegas Lucky, Sabtu (1/8/2026).

Sementara itu pihak Polres Kotawaringin Barat turut meningkatkan pengawasan di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi praktik pelangsiran yang diduga menjadi salah satu penyebab panjangnya antrean BBM.

Kasatsamapta Polres Kobar, Iptu Cecep Lang Buana, mengatakan kepolisian terlah membentuk tim pemantau do SPBU. Selain itu, polisi juga telah mengamankan beberapa pelangsir yang diduga memanfaatkan situasi kelangkaan BBM untuk mencari keuntungan.

"Kemarin ada satu pelangsir ditangkap di SPBU, bisa dicek di reskrim," katanya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads