Heboh 'Start MotoGP' Juga Terjadi di SPBU Tabalong

Heboh 'Start MotoGP' Juga Terjadi di SPBU Tabalong

Khairun Nisa - detikKalimantan
Sabtu, 08 Agu 2026 12:24 WIB
SPBU Kambitin, Tabalong, Kalimantan Selatan langsung diserbu pemotor
SPBU Kambitin, Tabalong, Kalimantan Selatan langsung diserbu pemotor begitu pagar dibuka petugas/Foto: Istimewa
Tabalong -

SPBU Kambitin, Tabalong, Kalimantan Selatan langsung diserbu pemotor begitu pagar dibuka petugas. Puluhan pemotor langsung mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Tampak puluhan pemotor tancap gas bak start balapan. Tujuan mereka jelas, mengamankan posisi antrean lebih depan.

Tak hanya pemotor pria, tampak pula beberapa perempuan yang ikut berebut posisi antre. Antrean untuk pemotor dibagi menggunakan tali. Ada antrean untuk Pertalite dan Pertamax.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Potret tersebut ramai diperbincangkan dan disebut seperti start balapan MotoGP. Namun di sisi lain, warga Tabalong, Marina menganggap potret itu menunjukkan sulitnya mendapatkan BBM.

"Sebenarnya ini harus jadi evaluasi, mengapa sampai masyarakat berebut seperti itu. Apakah bahan bakar sulit didapat atau karena faktor lain, karena kalau habis bensin berbarengan itu kemungkinan yang sangat jarang," ujar Marina kepada detikKalimantan, Sabtu (8/8/2026).

Marina mengatakan seharusnya antre di SPBU tidak sampai sepanjang itu. Sebab, jika bahan bakar mudah didapat maka masyarakat tidak akan mengantre sepanjang itu.

Selain itu, menurutnya perlu adanya tindakan terhadap oknum-oknum pelangsir yang sering kali menimbun BBM, kemudian menjualnya dengan harga tinggi.

"Harus diperhatikan lagi itu apakah mengisi untuk kebutuhan sendiri, atau untuk dijual lagi. Karena jika dijual lagi kasian masyarakat yang tidak kebagian harus membeli dengan harga tinggi," katanya.

SPBU Kambitin, Tabalong, Kalimantan Selatan langsung diserbu pemotorSPBU Kambitin, Tabalong, Kalimantan Selatan langsung diserbu pemotor/ Foto: Istimewa

Sementara itu warga lainnya, Subhan mengatakan sebelum potret tersebut viral, pihak Pemerintah Kabupaten Tabalong dan pengelola SPBU setempat sudah melakukan upaya evaluasi terkait antrean panjang. Di antaranya menetapkan batas maksimal pengisian yang bisa dilakukan oleh mobil. Dari sebelumnya bisa mengisi Rp 300 ribu kini dibatasi hanya Rp 200 ribu sehari. Kendati demikian, menurutnya hal itu tetap tidak mengurangi antrean yang terjadi di SPBU.

"Mungkin memang pada akhirnya semua kebagian, tapi tidak mengurangi antrean yang panjang," sebutnya.

Meski harus mengantre untuk mengisi BBM, Subhan tetap merasa bersyukur. Sebab BBM tetap tersedia dengan harga yang masih normal.

"Masih untung ini ada barangnya meski antrenya lama, daripada nanti minyaknya langka makin sulit kita," pungkasnya.

Sebelumnya, potret serupa terjadi di salah satu SPBU di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Videonya viral dan menuai beragam tanggapan. Ada yang merasa terhibur hingga miris.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads