Kalimantan Tengah

Wujud Ular Blood Phyton Ditemukan Mati Terbakar Api Karhutla di Kotim

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 31 Jul 2026 16:31 WIB
Foto: Wujud Ular Blood Phyton Ditemukan Mati Terbakar di Lahan Kotim. (BPBD Kotim)
Kotawaringin Timur -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga berdampak serius bagi satwa penyeimbang ekosistem. Seekor ular piton dewasa ditemukan mati terpanggang saat petugas memadamkan karhutla di Jalan Amin Klaru, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (30/7/2026).

"Ular yang diduga berjenis blood python tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di tengah lahan yang dilalap api. Ukurannya disebut telah mencapai ukuran maksimal atau tergolong dewasa," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Jumat (31/7/2026).

Multazam menilai temuan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kebakaran lahan tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam kehidupan satwa yang berada di dalamnya.

Ia menjelaskan mulanya laporan kebakaran diterima BPBD Kotim melalui grup koordinasi hari Kamis (30/7), sekitar pukul 12.27 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.

Dalam penanganan tersebut, BPBD dibantu personel TNI, Polri, PMI, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.

"Kobaran api diketahui melanda kawasan kebun sawit dan semak belukar dengan karakter tanah gambut bagian atas. Dari sekitar tiga hektare lahan yang terdampak, petugas berhasil memadamkan sekitar dua hektare," katanya.

Upaya pemadaman tidak mudah. Api menjalar mengelilingi kawasan semak belukar sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah kobaran merambat lebih jauh.

"kendalanya jalur api memutari semak belukar, sehingga personel harus bekerja ekstra agar api tidak terus merambat ke area lain," ucap Multazam.

Untuk menjinakkan kobaran api, petugas mengerahkan dua unit mesin pompa air, 16 gulung selang, dua nozzle, serta kendaraan operasional.



"Sekitar 122 ribu liter air digunakan dalam proses pemadaman. Air tersebut diambil dari Sungai Amin Klaru yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran," katanya.

Meski sebagian besar area berhasil dikendalikan, kondisi lahan gambut membuat petugas tetap harus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

"Data BPBD Kotim hingga Jumat (31/7/2026) mencatat akumulasi luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 300 hektare. Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau mencapai 488 titik," tuturnya.

"Matinya piton dewasa di tengah kobaran api menjadi pengingat bahwa dampak karhutla jauh lebih luas dari sekadar luasan lahan yang terbakar. Ketika habitat berubah menjadi kepungan api, satwa liar pun kehilangan ruang untuk menyelamatkan diri," imbuh dia.

Sekilas Tentang Ular Blood Phyton

Ular Blood Phyton atau di Indonesia biasa disebut ular piton darah, ular dipong, atau ular sanca gendang, ialah ular yang habitatnya ada di Semenanjung Malaysia (Barat), Sumatra, Pulau Bangka dan pulau-pulau lain di Selat Malaka, Kepulauan Riau, dan Pinang, Thailand, dan Vietnam.

Dirangkum dari laman Thai National Parks dan Britannica, habitat alami yang disukai ular blood phyotn adalah rawa-rawa dan lahan basah tropis di hutan, pada ketinggian dari permukaan laut hingga 650 m.

Ular dewasa biasanya memiliki panjang total antara 91-152 cm jika jantan, dan antara 120-180 cm (48-72 inci) jika berjenis kelamin betina. Ular ini umumnya terlihat gemuk karena struktur tubuhnya yang kekar.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB