Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terlihat di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Deretan pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul musiman mulai menghiasi sejumlah ruas jalan.
Salah satunya adalah Hendrik, pedagang asal Bandung, Jawa Barat ini jauh-jauh mengais rezeki di Bumi Marunting Batu Aji. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia kembali membuka lapak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Madurejo, tepatnya di depan area pemakaman umat Nasrani.
"Saya dari Bandung. Sudah 3 tahunan setiap musim Agustusan datang ke Pangkalan Bun. Alhamdulillah, masyarakat di sini antusias memasang bendera, jadi setiap tahun saya memilih kembali berjualan di Kobar," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Hendrik mengaku sudah membuka lapak sejak sepekan yang lalu. Menurutnya, Kotawaringin Barat menjadi salah satu daerah yang selalu memberikan harapan karena antusiasme masyarakat menyambut bulan kemerdekaan cukup tinggi.
Hendrik tidak sendiri. Bersama empat rekannya dari Pulau Jawa, mereka berangkat ke Kalimantan Tengah sejak 17 Juli dan membagi lokasi berjualan di sejumlah titik strategis di Kota Pangkalan Bun.
"Kami memang setiap tahun sekitar satu bulan sebelum 17 Agustus sudah mulai membuka lapak. Jadi sejak 17 Juli kami sudah masuk ke Pangkalan Bun," katanya.
Menurut Hendrik, usaha musiman ini menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Meski hasil penjualan tidak selalu sama setiap tahun, momen menjelang Hari Kemerdekaan selalu menjadi waktu yang paling dinantikan.
"Kalau lagi ramai, sehari bisa dapat keuntungan sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Tapi kalau sepi ya jauh di bawah itu. Rezekinya memang paling terasa menjelang tanggal 17 Agustus," ungkapnya.
Beragam ukuran dan jenis bendera maupun umbul-umbul dijual dengan harga yang masih terjangkau. Bendera dibanderol mulai Rp 25-45 ribu, sedangkan umbul-umbul dijual antara Rp 25-40 ribu, tergantung ukuran dan bahan.
Setiap hari, Hendrik mulai membuka lapaknya sejak pukul 06.00-17.00 WIB. Meski pembeli belum terlalu ramai, ia optimistis penjualan akan meningkat memasuki awal Agustus seiring semakin dekatnya peringatan Hari Kemerdekaan.
Antusiasme menyambut HUT RI juga terlihat dari warga. Nardi, salah seorang warga Pangkalan Bun, sengaja membeli bendera lebih awal agar tidak kehabisan.
"Setiap tahun saya selalu memasang bendera di depan rumah. Tahun ini saya beli lebih awal supaya tidak kehabisan dan bisa ikut menyemarakkan peringatan 17 Agustus," katanya.
Menurut Nardi, memasang bendera Merah Putih bukan sekadar memenuhi imbauan pemerintah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengibarkan Merah Putih selama bulan Agustus sebagai simbol persatuan dan cinta tanah air.
Kehadiran para pedagang musiman tersebut perlahan mengubah wajah Kota Pangkalan Bun. Deretan bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang berkibar di sepanjang jalan menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan mulai tumbuh dan siap menyambut perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penuh suka cita.
Simak Video "Video Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dipimpin Prabowo"
(aau/aau)