Terik matahari siang di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah tak menyurutkan langkah warga untuk berburu durian. Di berbagai sudut kota, lapak-lapak dadakan dipadati pembeli yang tergoda harga murah dan aroma khas sang raja buah.
Musim panen yang sedang mencapai puncaknya membuat pasokan durian melimpah. Akibatnya, harga durian di pasaran turun drastis dibanding hari-hari biasa.
Jika sebelumnya satu buah durian bisa dijual hingga Rp 50 ribu, kini pembeli cukup merogoh kocek Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu untuk membawa pulang durian pilihan. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan kualitas buah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan tumpukan durian terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Pangkalan Bun. Kehadiran para pedagang musiman seolah menjadi penanda bahwa musim durian kembali tiba.
Salah satu titik yang ramai dikunjungi warga berada di kawasan Jalan Diponegoro, tepatnya di sekitar TPU Sekip. Sejak siang hari, aktivitas jual beli berlangsung silih berganti tanpa henti.
Leo, seorang pedagang durian, mengaku pasokan buah tahun ini cukup melimpah. Kondisi tersebut membuat harga menjadi lebih terjangkau dan menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.
"Lagi banjir durian dari Kalbar, harganya termurah Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu, ada juga yang Rp 30 ribuan, sedangkan yang paling besar Rp 50 ribu," ujar Leo, Sabtu (13/6/2026).
Mayoritas durian yang membanjiri pasar Pangkalan Bun berasal dari Kalimantan Barat. Selain itu, pasokan juga datang dari Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara, dan sejumlah desa di Kecamatan Kotawaringin Lama.
Meski berstatus durian lokal, kualitas buah yang dijual tidak kalah dengan durian unggulan dari daerah lain. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa pembeli terus berdatangan.
Dina, salah seorang pembeli, mengaku puas dengan rasa durian yang dibelinya. Menurutnya, durian lokal memiliki cita rasa legit, manis, dan aroma harum yang menggugah selera.
"Rasanya legit, manis, dan harum. Tidak kalah dengan durian Musang King," ungkapnya sambil memilih beberapa buah durian untuk dibawa pulang.
Fenomena banjir durian juga menghadirkan suasana khas yang hanya muncul setahun sekali. Deretan pedagang di pinggir jalan menjadi bagian dari denyut ekonomi musiman yang dinantikan banyak orang.
Tidak hanya warga lokal, keberadaan durian murah turut menarik perhatian pendatang dan wisatawan yang sedang berada di Pangkalan Bun. Banyak di antara mereka sengaja berhenti untuk mencicipi durian segar hasil panen daerah.
Banjir durian diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Juli mendatang seiring puncak musim panen. Para pedagang berharap cuaca dan pasokan tetap mendukung agar penjualan terus meningkat.
Bagi warga Pangkalan Bun, musim durian bukan sekadar tentang buah yang manis. Di balik setiap durian yang terbelah, tersimpan cerita kebersamaan, kegembiraan, dan momen sederhana yang selalu dirindukan setiap tahunnya.
Simak Video "Video Rekomendasi Tempat Makan Durian Sambil Menikmati Pemandangan Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/aau)
