Aroma Langsat Mulai Gantikan Semerbak Durian di Jalan Kota Pangkalan Bun

Aroma Langsat Mulai Gantikan Semerbak Durian di Jalan Kota Pangkalan Bun

‎Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 16 Jul 2026 11:30 WIB
Penjual langsat di Pangkalan Bun
Penjual langsat di Pangkalan Bun/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Pangkalan Bun -

Aroma manis buah langsat mulai menggantikan semerbak durian di sepanjang ruas jalan Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Memasuki pertengahan tahun, lapak-lapak dadakan bermunculan menawarkan buah berkulit kuning keemasan yang didatangkan dari Kalimantan Barat.

Fenomena ini menjadi penanda bergantinya musim buah yang selalu dinanti masyarakat. Jika beberapa waktu lalu durian mendominasi, kini giliran langsat yang menjadi primadona baru di pasar maupun di pinggir jalan.

Salah satu penjual dadakan, Ida Royani mengaku mulai beralih menjual langsat setelah pasokan durian mulai menipis. Menurutnya, buah yang dijual berasal dari Kalimantan Barat dan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat.



Agil mengatakan, langsat dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup terjangkau sehingga pembeli terus berdatangan setiap hari.

"Sekarang saya dapat pasokan langsat dari Kalbar. Sebelumnya jualan durian, tapi sekarang duriannya sudah mulai habis, jadi beralih jual langsat," ujar Ida, Kamis (16/7/2026).

Ia menilai pergantian musim buah menjadi peluang tersendiri bagi pedagang musiman. Saat satu komoditas mulai habis, buah lainnya datang sehingga lapak tetap ramai dikunjungi pembeli.

Di sisi lain, masyarakat Pangkalan Bun menyambut hadirnya buah langsat dengan antusias. Banyak warga sengaja berhenti di lapak pinggir jalan untuk membeli buah yang terkenal dengan rasa manis dan segarnya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Salah seorang pembeli, Sunandar, mengaku hampir setiap musim selalu membeli langsat asal Kalimantan Barat. Menurutnya, kualitas buah tersebut sudah dikenal memiliki cita rasa yang manis dan daging buah yang lembut.

"Sekarang sudah ganti musim. Langsat membanjiri Pangkalan Bun, langsat Pontianak itu enak dan manis. Harganya juga tidak mahal, Rp 25 ribu dapat dua kilo, kalau satu kilo Rp 15 ribu," katanya.

Harga yang relatif murah membuat buah ini bisa dinikmati berbagai kalangan. Tidak sedikit pembeli yang membawa pulang beberapa kilogram untuk disantap bersama keluarga di rumah.

Ramainya penjual langsat juga memberi warna tersendiri bagi aktivitas ekonomi musiman di Pangkalan Bun. Kehadiran pedagang dadakan menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap kali musim panen buah tiba.

Bagi masyarakat, datangnya musim langsat bukan sekadar soal menikmati buah segar. Lebih dari itu, musim ini menjadi penanda bahwa roda perdagangan hasil bumi antarwilayah terus bergerak, menghadirkan rezeki bagi pedagang sekaligus pilihan buah berkualitas dengan harga terjangkau bagi warga Pangkalan Bun.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads