Setiap musim kemarau tiba, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir selalu mengintai wilayah Kalimantan. Di tahun 2026, Kalimantan Barat tercatat sebagai provinsi dengan luas karhutla terbesar di Indonesia.
Data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan (SiPongi) menunjukkan, hingga periode Januari-Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat telah mencapai 28.216,31 hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan Riau yang berada di posisi kedua dengan 15.318,03 hektare.
Sementara di Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatat luas karhutla 2.915,11 hektare, Kalimantan Timur 1.276,29 hektare, Kalimantan Utara 196,59 hektare, dan Kalimantan Selatan 107,39 hektare. Lantas, mengapa Kalimantan begitu sering mengalami kebakaran hutan dan lahan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Kenapa Sering Terjadi Karhutla di Kalimantan
1. Kalimantan Memiliki Lahan Gambut yang Sangat Luas
Salah satu alasan Kalimantan rentan mengalami karhutla adalah keberadaan lahan gambut yang luas, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berbeda dengan tanah biasa, gambut terbentuk dari tumpukan sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi selama ribuan tahun.
Ketika masih basah, gambut mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Namun ketika memasuki musim kemarau, lapisan ini akan mengering dan berubah menjadi bahan yang sangat mudah terbakar.
Yang membuat kebakaran gambut lebih berbahaya adalah api tidak hanya membakar permukaan tanah, tapi juga merambat di bawah permukaan. Akibatnya bara api bertahan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Proses pemadaman pun menjadi jauh lebih sulit dibanding kebakaran hutan biasa.
Selain itu, dalam kondisi alami, gambut selalu berada dalam keadaan basah. Nah, ketika kawasan gambut dikeringkan karena pembangunan kanal atau perubahan tata guna lahan, permukaan air tanah ikut menurun.
Akibatnya, gambut kehilangan fungsi alaminya sebagai penyimpan air dan menjadi sangat mudah terbakar ketika musim kemarau datang. BMKG juga menjelaskan bahwa salah satu strategi pencegahan karhutla adalah menjaga tinggi muka air tanah melalui pembasahan kembali. Upaya tersebut terbukti mampu mengurangi risiko kebakaran di sejumlah wilayah gambut.
(des/des)