Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau mulai diantisipasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, untuk memperkuat pencegahan karhutla di tingkat desa.
Pembentukan dan pembinaan MPA berlangsung pada 11-12 Juli 2026 dengan melibatkan 30 peserta. Program ini digelar sebagai langkah meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau 2026.
"Desa Tempurukan dipilih karena termasuk kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Selain didominasi lahan gambut, wilayah ini juga memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan," kata Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, Selasa (14/7/2026).
Sahat mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran sejak dini. Karena, kelompok MPA memiliki peran penting sebagai ujung tombak pencegahan kebakaran di tingkat tapak.
"Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, masyarakat dapat melakukan pencegahan, deteksi dini, serta respons awal yang cepat sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan," kata Sahat.
Menurutnya, pembentukan Masyarakat Peduli Api akan terus diperluas di berbagai wilayah rawan karhutla di Kalimantan agar upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif.
Camat Muara Pawan, Abdurani menyambut baik program tersebut. Ia berharap kelompok MPA dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi desa dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Kami berharap Masyarakat Peduli Api menjadi garda terdepan dalam melindungi Desa Tempurukan dari ancaman karhutla. Terima kasih kepada Manggala Agni yang telah memfasilitasi masyarakat. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat sehingga karhutla dapat kita tangani bersama," ujarnya.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Peserta juga dibekali keterampilan teknis agar mampu melakukan tindakan cepat ketika menemukan titik api sebelum kebakaran meluas.
Simak Video "Video: Dua Relawan Sesak Napas saat Padamkan Karhutla di Rasau Jaya Kalbar"
(aau/aau)