Pemerintah Kota Palangka Raya resmi meluncurkan logo dan tema Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 serta Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69 Tahun 2026. Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 jatuh pada 17 Juni 2026, sementara Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69 bertepatan pada 17 Juli 2026.
Mengusung tema 'Palangka Raya, Kota Kolaborasi', peringatan hari jadi tahun ini ingin menegaskan bahwa kemajuan Palangka Raya hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku budaya, dan generasi muda. Tema tersebut sekaligus merefleksikan karakter Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang punya keberagaman suku, budaya, dan agama.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Palangka Raya (palangkaraya.go.id), tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Palangka Raya. Sebagai pusat pemerintahan Kalimantan Tengah, kota ini dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Madura, dan berbagai suku lainnya yang hidup berdampingan secara harmonis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filosofi Logo Hari Jadi Palangka Raya 2026
Logo Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 serta Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69. (Laman Pemko Palangkaraya) |
Tiga kata kunci dirilis dalam logo, yaitu Hari Jadi ke-61 dan ke-69, Kolaborasi, serta Budaya. Ketiganya kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk logo yang merepresentasikan identitas Palangka Raya.
Angka 6: Penari Dayak Perempuan
Angka 6 divisualisasikan sebagai sosok penari Dayak perempuan. Sosok ini melambangkan keramahan masyarakat Kalimantan Tengah, keterbukaan terhadap berbagai gagasan baru, sekaligus budaya penyambutan tamu yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Dayak.
Angka 1: Menara Talawang
Sementara angka 1 digambarkan dalam bentuk Menara Talawang, salah satu ikon Kota Palangka Raya. Talawang sendiri merupakan perisai tradisional masyarakat Dayak yang melambangkan keberanian, perlindungan, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan. Sebagai elemen vertikal pada logo, Menara Talawang dimaknai sebagai simbol arah pembangunan yang kokoh, kuat, dan memiliki tujuan yang jelas menuju masa depan.
Angka 9: Garantung dan Kacapi
Angka 9 dilambangkan menjadi bentuk Garantung dan Kacapi, dua alat musik tradisional Dayak. Garantung merupakan alat musik pukul, sedangkan kacapi adalah alat musik petik yang mengiringi berbagai upacara adat.
Bundaran Besar sebagai Titik Temu Kolaborasi
Pada logo terdapat unsur Bundaran Besar yang juga menjadi ikon Palangka Raya. Selama ini Bundaran Besar menjadi titik temu masyarakat dari berbagai penjuru. Di sana, banyak kegiatan yang bisa dilakukan, dan inilah yang digambarkan dalam logo. Bundaran Besar dimaknai sebagai ruang kolaborasi tempat bertemunya semua unsur masyarakat untuk menyatukan gagasan dalam membangun Palangka Raya.
Makna Warna yang Terinspirasi dari Alam Kalimantan
Selain bentuk visual, pemilihan warna pada logo juga memiliki filosofi yang kuat. Palet warna diambil dari unsur-unsur budaya Dayak serta kekayaan alam Kalimantan Tengah, di antaranya:
- Warna kulit Pohon Nyamu (Upak Nyamu)
- Warna Kayu Ulin (Tabalien)
- Warna merah pada kain ikat pinggang tradisional Dayak
Setiap warna memiliki makna tersendiri. Warna emas kecokelatan melambangkan optimisme dan kemajuan. Warna krem menggambarkan keseimbangan serta ketenangan, warna cokelat tua mencerminkan akar budaya yang kuat sekaligus kedekatan masyarakat dengan alam, sementara warna merah menjadi simbol keberanian, semangat, energi, dan tekad masyarakat dalam menghadapi masa depan.
Identitas visual tersebut nantinya bisa digunakan pada berbagai media, mulai dari spanduk, baliho, media sosial, merchandise, maupun seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Palangka Raya 2026. Selamat memperingati Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 serta Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69 Tahun 2026!

