Kalimantan Pernah Mengalami Tsunami Besar, Ini Catatan Sejarahnya

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Senin, 13 Jul 2026 08:00 WIB
Foto: Ilustrasi peringatan tsunami (AFP/PATRICK T. FALLON)
Tarakan -

Pulau Kalimantan selama ini dikenal sebagai wilayah yang relatif aman dari ancaman gempa bumi. Jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, seperti Sumatra atau Jawa, intensitas maupun frekuensi gempa di Kalimantan memang tergolong jarang dan berskala kecil.

Namun, di balik citranya yang tenang, lembaran sejarah mencatat bahwa Kalimantan ternyata tidak sepenuhnya kebal dari aktivitas tektonik ekstrem. Wilayah ini pernah diguncang oleh gempa-gempa besar yang merusak, bahkan sempat tersapu oleh gelombang tsunami yang mematikan.

Tsunami Sangkulirang 1921

Salah satu bencana paling besar yang pernah melanda Kalimantan adalah Gempa dan Tsunami Sangkulirang di Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim). Peristiwa mematikan ini terjadi pada tanggal 14 Mei 1921.

Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gempa utama tercatat memiliki magnitudo 6,2 dengan kedalaman pusat gempa yang tergolong dangkal.

Getarannya sangat kuat hingga mencapai skala intensitas VII-VIII MMI (atau 7 derajat Rossi-Forel). Artinya, guncangannya sanggup menyebabkan kerusakan tingkat sedang hingga berat pada banyak bangunan.

Dampak dari guncangan ini sangat meluas dengan radius getaran mencapai 250 kilometer. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di daerah Sangkulirang dan Pulau Rending.

Di kawasan Kariorang (Tanjung-Setlu) dan Sekurau, sebagian besar rumah penduduk ambruk rata dengan tanah. Dahsyatnya pergerakan lempeng juga menyebabkan fenomena rekahan tanah sepanjang 10 meter dengan kedalaman 2 meter dan lebar 20 cm, yang bahkan menyemburkan air bercampur pasir serta tanah liat.

Setelah guncangan utama dan sekitar 10 kali gempa susulan, bencana berlanjut dengan datangnya gelombang tsunami yang menyapu wilayah pantai serta muara sungai. Berdasarkan kesaksian warga saat itu, air laut menggenangi jalanan di Sekurau hingga kedalaman satu meter, meninggalkan jejak kehancuran yang masif.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork