Peringatan dini tsunami imbas gempa Mindanao, Filipina pada Senin (8/6) pagi resmi berakhir. BMKG mengumumkan berakhirnya status ancaman tsunami tersebut setelah titik tsunami terdeteksi di beberapa wilayah dengan ketinggian maksimal 0,75 meter. Untuk wilayah Kalimantan sendiri tidak terdeteksi adanya gelombang tsunami.
Dikutip dari detikSulsel, BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini di berbagai wilayah pesisir di Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan. Gempa terjadi pukul 06.37 WIB dan tsunami diprediksi mencapai Kalimantan antara 08.05 - 08.14 WIB. Namun sejauh ini, tsunami hanya terdeteksi di 9 wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara saja.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa mag: 7.7 dinyatakan telah berakhir," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk waspada, terutama terhadap potensi gempa bumi susulan (aftershocks). Warga juga diminta untuk tetap mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat dan memastikan bangunan rumah mereka aman sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Berdasarkan pengamatan muka air laut oleh BMKG, tsunami telah terdeteksi di 9 wilayah. Berikut daftar wilayahnya dari data Indonesia Tsunami Early Warning System hingga pukul 09.48 WIB.
- Bitung (Sulawesi Utara) pukul 07.51 WIB, ketinggian 0.29 meter
- Loloda, Halmahera Barat (Maluku Utara) pukul 07.20 WIB, ketinggian 0.09 meter
- Melonguane (Sulawesi Utara) pukul 07.27 WIB, ketinggian 0.32 meter
- Paleleh (Sulawesi Tengah) pukul 07.34 WIB, ketinggian 0.45 meter
- Tahuna (Sulawesi Utara) pukul 06.58 WIB, ketinggian 0.30 meter
- Talengan (Sulawesi Utara) pukul 08.20 WIB, ketinggian 0.75 meter
- Tanjung Sidupa (Sulawesi Utara) pukul 07.39 WIB, ketinggian 0.32 meter
- Ternate (Maluku Utara) pukul 07.51 WIB, ketinggian 0.14 meter
- Ulu Siau (Sulawesi Utara) pukul 07.27 WIB, ketinggian 0.18 meter
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
