Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mendesak PT PLN (Persero) segera memperbaiki mesin yang mengalami kerusakan dan menjadi penyebab pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalbar. Akhir-akhir ini, sejumlah wilayah mengalami pemadam listrik bergilir 5-7 jam per hari.
Norsan mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar telah berkoordinasi dengan PLN maupun Pertamina untuk memastikan penyebab terjadinya pemadaman yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sudah menyampaikan kepada PLN, juga kepada Pertamina. Awalnya kami mengira ada kaitannya dengan pasokan bahan bakar minyak. Namun setelah dikonfirmasi, ternyata ada mesin yang mengalami kerusakan," kata Norsan, Senin (6/7/2026).
Ia mengaku prihatin dengan dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik yang berlangsung hingga berjam-jam. Berdasarkan laporan yang diterimanya, listrik di sejumlah daerah padam selama 5 hingga 7 jam sehingga mengganggu aktivitas warga.
Karena itu, Norsan meminta PLN bergerak cepat menyelesaikan perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal.
"Saya minta kepada pimpinan PLN untuk sesegera mungkin memperbaiki mesin yang rusak itu. Kasihan masyarakat yang terkena dampak karena listrik padam sampai 5 sampai 6 jam," tegasnya.
Menurut Norsan, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan vital yang menopang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga dunia usaha. Oleh sebab itu, ia berharap proses perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga pemadaman berkepanjangan tidak terus berulang.
Seperti diketahui, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman dilakukan menyusul gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih mengatakan, kebocoran boiler menyebabkan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan Kalbar menurun sehingga pasokan listrik belum dapat beroperasi secara optimal.
"Saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar," kata Mukhlis, Sabtu (4/7/2026).
Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
(aau/aau)