PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Jumat (3/7/2026). Pemadaman dibagi menjadi tiga sif, masing-masing berlangsung sekitar lima jam.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih mengatakan, kebijakan pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan.
"Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas," kata Mukhlis, Sabtu (4/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLN menjadwalkan pemadaman sif pertama berlangsung pukul 08.30-13.30 WIB. Wilayah yang terdampak antara lain Jalan Cendana, Jalan Pramuka, Jalan Tanggul Limbung, Jalan Budi Utomo, Jalan Pemuda, hingga Jalan Bujang Taro.
Selanjutnya, sif kedua dilaksanakan pukul 12.30-17.30 WIB yang mencakup kawasan Jalan Tabrani Ahmad, Jalan Karet, dan sekitarnya.
Sementara sif ketiga berlangsung pukul 17.30-22.30 WIB. Pemadaman pada sif ini meliputi Jalan Husein Hamzah, Jalan Berdikari, Jalan Bukit Batu 1 dan 2, Gang H. Hamida, Jalan Puskesmas Pal III, serta wilayah sekitarnya.
Mukhlis menjelaskan, pemadaman bergilir diterapkan setelah salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan yang dipicu cuaca panas ekstrem. Suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan kemampuan produksi mesin pembangkit mengalami penurunan kapasitas (derating).
Meski demikian, ia menegaskan pemadaman bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer. Menurutnya, sistem kelistrikan Kalbar masih memiliki surplus daya, meski cadangan daya yang tersedia tidak terlalu besar. Ia memastikan terus mempercepat proses pemulihan unit pembangkit agar pasokan listrik di Pontianak dan sekitarnya dapat kembali normal.
"Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini," ujar Mukhlis.
(des/des)
