Bajakah, Rahasia Dayak yang Mendunia

Bajakah, Rahasia Dayak yang Mendunia

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 05 Jul 2026 11:45 WIB
Bajakah Tempala di habitat aslinya
Bajakah Tempala di habitat aslinya/Foto: Istimewa (dok PlantaeDB/tedi.rustandi)
Palangka Raya -

Tanaman bajakah telah lama menjadi rahasia kesehatan masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan, sebelum akhirnya menggemparkan dunia pada tahun 2019. Popularitasnya melonjak tajam setelah penelitian tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya meraih medali emas di Korea Selatan karena menemukan potensi anti-kanker pada tumbuhan merambat itu.

Sejak saat itu, bajakah menjadi objek riset yang sangat menarik bagi dunia medis untuk membuktikan khasiat yang selama ini diwariskan secara lisan oleh para leluhur.
Berikut adalah poin-poin utama untuk memahami bajakah.

Warisan Budaya dan 'Apotek Alami': Bagi suku Dayak, hutan adalah sumber kehidupan sekaligus apotek alami di mana bajakah digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari sumber air minum saat berburu hingga ramuan penjaga stamina. Masyarakat adat memiliki kearifan untuk mengenali jenis bajakah yang berkhasiat obat dan selalu menjaga kelestariannya dengan mengambil secukupnya saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identifikasi dan Keanekaragaman Spesies: Bajakah bukanlah merujuk pada satu jenis tanaman saja, melainkan sebutan untuk berbagai tanaman merambat berkayu di hutan Kalimantan dari genus seperti Spatholobus, Uncaria, dan Fibraurea. Contohnya, Bajakah Hatue dipercaya untuk mengatasi kanker, sementara Bajakah Kalalawit sering digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.

Potensi Farmakologis Berdasarkan Riset: Berbagai penelitian ilmiah telah mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam bajakah seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Senyawa-senyawa ini memberikan potensi aktivitas sebagai antioksidan, anti-kanker, anti-inflamasi, anti-bakteri, hingga anti-diabetes. Meskipun demikian, sebagian besar temuan ini masih pada tahap penelitian praklinis dan belum melalui uji klinis pada manusia.

Peringatan dan Penggunaan Bijak: Walaupun alami, penggunaan bajakah tetap harus dilakukan secara waspada, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, atau penderita penyakit kronis. Konsultasi medis sangat disarankan karena hingga saat ini belum tersedia dosis standar yang disepakati secara medis untuk penggunaan bajakah sebagai terapi utama.

Untuk selengkapnya ada di sederet link berikut ini:




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads