Pelajaran Berharga dari Apa yang Menimpa Supiat di Kamboja

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 30 Jun 2026 06:00 WIB
Kedatangan Supiat disambut langsung Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin di Jakarta, Senin (29/6/2026)/Foto: Istimewa (dok KP2MI)
Barito Selatan -

Harapan Supiat (21), pemuda asal Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, untuk bekerja secara legal di Malaysia berubah menjadi mimpi buruk. Tawaran pekerjaan bergaji besar yang ia temukan melalui Facebook justru membawanya ke Kamboja, tempat ia disekap dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam) oleh sindikat perdagangan orang internasional.

Kisah memilukan itu diungkapkan Supiat saat tiba di Indonesia setelah dievakuasi dari Kamboja. Kedatangannya disambut langsung Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Didampingi Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Supiat kemudian dibawa ke Kantor Kementerian P2MI untuk menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan psikologis sekaligus mendapatkan pendampingan pasca penyelamatan.

"Alhamdulillah hari ini Supiat bersama saya. Dia didampingi Kepala Balai BP3MI Banten ke Kantor KP2MI," ujar Mukhtarudin saat memastikan kondisi kesehatan korban, Senin (29/6/2026) malam.


Di hadapan Menteri, Supiat menceritakan awal mula dirinya terjerat jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia mengaku tergiur tawaran pekerjaan sebagai petugas pembersih kebun di Malaysia dengan gaji besar yang diunggah oleh seseorang melalui media sosial Facebook.

Komunikasi kemudian berlanjut melalui pesan pribadi (chatting) hingga bertukar nomor WhatsApp. Pelaku meyakinkan Supiat bahwa seluruh proses keberangkatan aman dan pekerjaan yang ditawarkan legal.

Namun, sesampainya di luar negeri, perjalanan Supiat justru dialihkan secara paksa ke Kamboja. Di negara tersebut, ia tidak pernah bekerja sesuai janji, melainkan disekap dan dipaksa menjadi operator penipuan daring di bawah kendali sindikat internasional.


Beruntung, upaya penyelamatan yang dilakukan pemerintah bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan berbagai pihak membebaskan Supiat dari jaringan tersebut hingga akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Menteri Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pihak, KBRI maupun masyarakat yang telah menginformasikan kepada kita," ujar Mukhtarudin.

Ia berharap kisah yang dialami Supiat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja bergaji tinggi yang beredar di media sosial.
"Calon pekerja migran diimbau selalu memastikan proses rekrutmen dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur agar terhindar dari praktik perdagangan orang yang kini semakin marak dengan memanfaatkan platform digital," pungkasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork