Supiat Pulang ke Barsel, soal Aktor di Balik Kasus TPPO Masih Didalami

Supiat Pulang ke Barsel, soal Aktor di Balik Kasus TPPO Masih Didalami

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 01 Jul 2026 09:34 WIB
Supiat diserahterimakan ke pihak keluarga oleh tim BP3MI
Supiat diserahterimakan ke pihak keluarga oleh tim BP3MI/Foto: Istimewa (dok BP3MI)
Barito Selatan -

Suasana haru mengiringi kepulangan Supiat (21) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Ia tiba di Kabupaten Barito Selatan pada Selasa (30/6/2026) malam.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Supiat tiba di rumahnya di Desa Bintang Kurung RT 003/001, Kecamatan Karau Kuala. Ayah Supiat, Samudin langsung memeluk erat anak sulungnya tersebut setelah 8 bulan tak ada kabar.

Supiat merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Samudin dan Misda. Ia punya adik perempuan bernama Iin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih kepada KBRI di Kamboja, Pak Menteri P2MI, Disnakertrans Kalteng dan tim BP3MI yang telah memfasilitasi saya sampai ke rumah," ujar Supiat usai tiba di rumahnya.

Pengalaman pahit tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Supiat. Ia mengaku belum memiliki keinginan untuk kembali bekerja ke luar negeri dan memilih fokus memulihkan kondisi mentalnya.

"Saya ingin berkumpul bersama keluarga dulu. Belum berpikir mau kerja ke mana lagi, mau istirahat dahulu," kata dia.

Supiat menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya warga Kalimantan Tengah, agar tidak mudah tergoda tawaran pekerjaan bergaji tinggi yang beredar di media sosial tanpa memastikan legalitasnya.

"Jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar karena risikonya sangat besar jika bekerja lewat jalur yang tidak resmi," pesan Supiat.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalselteng, Ady Aldiwan, mengatakan Supiat dan tim dari BP3MI tiba di Desa Bintang Kurung pada Selasa (30/6/2026) malam.

"Sampai Selasa malam dan Supiat bersama tim BP3MI langsung disambut pihak keluarga dan perangkat desa setempat," ujar Ady, Rabu (1/7).

Ady mengatakan pihaknya masih mendalami jaringan yang merekrut dan memberangkatkan korban secara ilegal. Ia berharap kejadian serupa tak terulang di masa yang akan datang.

"Kasus ini masih kami dalami untuk mengungkap siapa aktor di belakang TPPO dan penipuan online scam ini. Kami berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat Indonesia," katanya.

Ia menegaskan pemulangan Supiat merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah. Serta berbagai instansi terkait dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia.

Selain itu, BP3M bersama pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri yang aman dan legal. Diharapkan masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar yang berpotensi menjadi modus TPPO.

"Kami akan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan tidak menjadi korban perdagangan orang," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads