Ikan gabus dikenal sebagai ikan air tawar yang banyak ditemukan di Indonesia. Namun, rupanya ada spesies ikan gabus yang menyeramkan, yakni ikan gabus raksasa atau giant snakehead (Channa micropeltes).
Dikutip detikInet dari Discover Wildlife, ikan gabus raksasa tergolong predator tangguh dan invasif. Hewan ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar 1,5 meter dengan bobot mencapai 30 kilogram.
Gabus raksasa merupakan spesies asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Semenanjung Malaya. Salah satu keunikan utamanya adalah kemampuan bertahan hidup di berbagai lingkungan perairan tawar.
Di balik insangnya terdapat organ khusus yang disebut suprabranchial chamber. Organ ini berfungsi layaknya paru-paru sederhana yang memungkinkan ikan mengambil oksigen langsung dari udara saat muncul ke permukaan.
Berkat kemampuan tersebut, gabus raksasa dapat hidup di perairan yang miskin oksigen, seperti rawa atau kolam berlumpur. Bahkan, ikan ini juga mampu bertahan cukup lama di daratan.
Gabus raksasa dikenal sebagai pemangsa oportunis yang tidak pilih-pilih makanan. Mulutnya lebar dengan deretan gigi tajam seperti pisau cukur.
Saat berburu, ikan ini biasanya melakukan serangan mendadak. Dalam beberapa kasus, mangsanya bahkan bisa terpotong menjadi dua akibat gigitan awal yang sangat kuat.
Makanan gabus raksasa sangat beragam, mulai dari ikan lain, amfibi, udang dan krustasea, hingga burung air dan mamalia kecil. Mereka mampu memangsa hewan yang panjang tubuhnya mencapai sepertiga ukuran tubuh mereka sendiri.
Kemampuan bernapas langsung dari udara juga membuat spesies ini populer di kalangan penghobi akuarium. Namun, sifat agresif dan ukurannya yang besar membuat pemeliharaannya tidak mudah.
Meski terdengar mengerikan, serangan gabus raksasa terhadap manusia tergolong jarang terjadi. Sebagian besar insiden terjadi karena ikan merasa terancam, terutama saat menjaga telur atau anak-anaknya.
Ikan Gabus Raksasa Dianggap Invasif
Popularitas gabus raksasa sebagai ikan peliharaan ternyata memunculkan masalah baru. Banyak individu yang lolos dari penangkaran atau sengaja dilepas ke alam liar.
Akibatnya, spesies ini kini ditemukan di sejumlah wilayah di luar habitat aslinya. Kemampuan bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan membuat spesies ini dianggap invasif. Populasinya juga menimbulkan kekhawatiran di beberapa wilayah seperti Sri Lanka dan Taiwan karena berpotensi mengancam ikan lokal.
Bagi masyarakat Indonesia, keberadaan gabus raksasa mungkin bukan hal asing. Namun melihat ukuran, kekuatan, dan sifat agresifnya saat melindungi anak, ada baiknya tetap menjaga jarak jika bertemu predator air tawar satu ini, demikian dilansir dari .
Simak Video "Video: Detik-detik Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Belanda 2026"
(aau/aau)