Mengenal Ikan Sapu-Sapu yang Disebut Invasif, Apa Artinya?

Mengenal Ikan Sapu-Sapu yang Disebut Invasif, Apa Artinya?

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 14 Apr 2026 14:58 WIB
Ikan sapu-sapu. (San Antonio River Authority)
Foto: Ikan sapu-sapu. (San Antonio River Authority)
Samarinda -

Ikan sapu-sapu kini sedang ramai diburu karena dianggap hama atau bersifat invasif. Aktivitas penangkapan ini dilakukan secara massal mulai dari sungai di perkotaan maupun permukiman.

Ikan sapu-sapu ditangkap bukan hanya untuk mengurangi populasinya di sungai, tapi kemudian juga dimanfaatkan untuk pakan ternak. Simak berikut penjelasannya, dirangkum tim detikKalimantan.

Mengenal Ikan Sapu-sapu

Morfologi bentuk ikan sapu-sapu. (Dok. IPB Digitani)Morfologi bentuk ikan sapu-sapu. (Dok. IPB Digitani)

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar yang memiliki nama ilmiah suckermouth catfish atau pleco. Menurut dokumen US Fish and Wildlife Service, ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan termasuk spesies invasif yang dapat menyebar dengan cepat di perairan baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikan sapu-sapu memiliki ciri tubuh keras seperti pelat, mulut berbentuk pengisap, dan mampu bertahan di lingkungan air yang kotor atau minim oksigen. Kemampuan adaptasi yang tinggi membuat ikan ini mudah berkembang biak di berbagai perairan, termasuk sungai dan waduk di Indonesia.

Spesies ini juga dikenal mampu menggali dasar sungai untuk membuat sarang, yang dalam jangka panjang dapat merusak struktur tebing dan sedimentasi perairan.

Dilansir dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu termasuk spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem perairan lokal. Barantin bahkan pernah melakukan pemusnahan ikan sapu-sapu sebagai langkah melindungi ekosistem dari spesies invasif.

Disebutkan bahwa spesies invasif ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan karena bersaing dengan ikan lokal dalam hal makanan dan habitat. Jika populasinya tidak terkendali, ikan lokal bisa terancam berkurang.

Selain itu, ikan sapu-sapu hampir tidak memiliki predator alami di perairan Indonesia. Kondisi ini membuat populasinya meningkat pesat dan mendominasi ekosistem sungai.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif?

Puluhan ikan sapu-sapu ditangkap di kali depan Plaza IndonesiaPuluhan ikan sapu-sapu ditangkap di kali depan Plaza Indonesia Foto: (Pemprov DKI Jakarta)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), invasif diartikan sebagai organisme yang mengolonisasi habitat tertentu secara masif dan dapat menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial.

Sederhananya, spesies invasif adalah makhluk hidup yang berasal dari luar suatu wilayah, lalu masuk dan berkembang pesat hingga mengganggu keseimbangan ekosistem lokal. Biasanya, mereka akan mengalahkan dan mendominasi spesies asli karena lebih kuat, lebih adaptif, atau tidak memiliki musuh alami.

Nah, ikan sapu-sapu termasuk dalam kategori ini. Awalnya, ikan ini didatangkan ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium. Namun karena dilepas ke alam bebas, populasinya berkembang tidak terkendali.

Ikan sapu-sapu mulanya berasal dari perairan Amerika Selatan, terutama wilayah seperti Sungai Amazon. Secara ilmiah, ikan ini termasuk dalam keluarga Loricariidae dengan genus seperti Pterygoplichthys dan Hypostomus.

Di habitat aslinya, populasi mereka masih terkendali. Tetapi ketika masuk ke perairan lain seperti Indonesia, mereka justru berkembang pesat dan mendominasi.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, mulai dari tidak adanya predator alami hingga kemampuan adaptasi yang baik. Di perairan Indonesia, mereka hampir tidak memiliki predator alami.

Tubuh ikan ini dilindungi oleh lapisan pelindung atau sisik keras yang disebut scutes. Selain itu, mereka juga memiliki duri tajam di bagian sirip, sehingga sulit dimangsa oleh ikan lain atau hewan air.

Di habitat aslinya, ikan ini dimangsa oleh ikan besar seperti Peacock Bass dan Arapaima. Tetapi di perairan seperti sungai-sungai di Indonesia, hampir tidak ada hewan yang mampu atau mau memangsa ikan ini. Akibatnya, populasinya bisa berkembang tanpa kendali.

Faktor Ikan Sapu-sapu Merusak Ekosistem Sungai

Ikan sapu yang mati di Sungai Cilamaya.Ikan sapu yang mati di Sungai Cilamaya. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Menurut US Fish and Wildlife Service, ikan sapu-sapu dapat menyebabkan kerusakan lingkungan karena kebiasaan menggali sarang di tepi sungai dan dasar perairan. Aktivitas ini berpotensi mempercepat erosi dan merusak habitat ikan lain.

Populasi yang terlalu banyak juga dapat mengganggu rantai makanan di perairan. Ikan sapu-sapu mengonsumsi berbagai sumber makanan yang seharusnya menjadi bagian dari ekosistem alami, sehingga ikan lokal kesulitan bertahan.

Ikan Sapu-sapu Pemakan Segala

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai pemakan segala (omnivora oportunistik). Selain memakan alga, mereka juga bisa memakan telur ikan lain, tumbuhan air, sampai ke organisme kecil yang menjadi bagian penting dalam rantai makanan.

Akibatnya ikan alami seperti ikan nila, kehilangan sumber makanan. Proses reproduksi ikan lain juga akan terganggu karena sapu-sapu memangsa telur ikan, yang akan menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem sungai.

Tidak hanya itu, beberapa jenis sapu-sapu juga memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar atau tepi sungai untuk bertelur. Jika jumlahnya sangat banyak, lubang-lubang ini bisa menyebabkan erosi dan merusak struktur sungai.

Ikan Sapu-sapu Bereproduksi dengan Cepat

Fakta lain yang membuat ikan sapu-sapu sulit dikendalikan adalah kemampuan reproduksinya yang sangat cepat. Dalam sekali bertelur, ikan ini bisa menghasilkan ratusan telur. Mereka juga dikenal sangat protektif terhadap sarangnya, sehingga tingkat kelangsungan hidup anaknya cukup tinggi.

Dalam sekali reproduksi, ikan ini mampu menghasilkan hingga ratusan butir telur yang akan dijaga langsung oleh induknya hingga menetas. Hal inilah yang membuat tingkat keberhasilan hidup ikan ini menjadi sangat tinggi.

Ditambah lagi, pertumbuhannya tergolong cepat karena dalam waktu singkat ukurannya sudah bisa mencapai puluhan sentimeter.

Ikan Sapu-sapu Beradaptasi dengan Cepat

Ikan sapu-sapu awalnya berasal dari Amerika Selatan, seperti Argentina, Paraguay, hingga Brasil. Saat ini, mereka sudah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Penyebaran ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama dari hobi mengoleksi ikan hias akuarium. Oknum yang tidak bertanggungjawab melepas ikan ini ke alam bebas, lalu membiarkannya berkembang biak secara liar.

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ikan ini mampu hidup baik di perairan bersih maupun yang sudah tercemar, serta tahan terhadap kadar oksigen yang rendah.

Bahkan, mereka punya kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga tetap bisa bertahan di lingkungan ekstrem. Ikan sapu-sapu juga diketahui mampu hidup di luar air dalam waktu tertentu selama masih memiliki cadangan oksigen.

Sebagai ikan yang hidup di dasar perairan, mereka bebas memilih habitat, bisa hidup di sungai, danau, sampai hidup parit yang sempit dan kotor. Itulah yang menyebabkan penyebarannya menjadi sangat luas dan sulit dikendalikan.

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads