Kepsek dan Siswa SMAN 1 Pontianak Pergi ke Jakarta Buntut LCC MPR, Ada Apa?

Kepsek dan Siswa SMAN 1 Pontianak Pergi ke Jakarta Buntut LCC MPR, Ada Apa?

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 12 Mei 2026 15:00 WIB
Suasana SMAN 1 Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Suasana SMAN 1 Pontianak, Selasa (12/5/2026). Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Pontianak -

Pihak SMAN 1 Pontianak belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang viral di media sosial. Kepala SMAN 1 Pontianak beserta siswa peserta LCC dikabarkan dipanggil Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Tim detikKalimantan telah mendatangi SMAN 1 Pontianak untuk menemui Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati, Selasa (12/5/2026). Namun, pihak sekolah belum dapat memberikan keterangan.

Beberapa guru yang enggan disebutkan namanya menyebut Kepala SMAN 1 Pontianak bersama siswi peserta LCC dan sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut sedang berada di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepala sekolah dan peserta hari ini ke Jakarta," ujar salah seorang guru singkat.

Informasi itu juga dibenarkan dua siswi SMAN 1 Pontianak, Miranda (17) dan Karisma (18), yang ditemui di halaman sekolah sembari mengurus kelulusan. Namun keduanya mengaku tidak mengetahui secara rinci agenda pemanggilan tersebut.

"Info yang kami dapat, Ibu Kepsek dan Ocha (siswi peserta LCC 2026) dipanggil Pak Wakil Presiden," kata Miranda.

Sebelumnya, polemik LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar menjadi sorotan usai video penilaian juri viral di media sosial.

Dalam video itu, peserta dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah saat menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Padahal, sejumlah pihak menilai jawaban peserta sudah benar secara konstitusional. Polemik itu memicu berbagai respons, termasuk desakan agar MPR RI memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.

Anggota MPR RI sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, Rifqi Nizami Karsayuda, bahkan meminta juri yang memberi penilaian tersebut diblacklist dan siswa SMAN 1 Pontianak diberikan penghargaan.




(des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads