Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Barat (Kalbar) menelusuri dugaan keterlibatan kader partai dalam bisnis dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelusuran itu dilakukan menyusul instruksi dari DPP PDIP yang melarang kader terlibat dalam bisnis program tersebut.
Bendahara DPD PDIP Kalbar, Krisantus Kurniawan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan siapa saja kader yang diduga terlibat. "Begini, saya belum bisa pastikan siapa kader-kader itu, sehingga kita belum bisa ambil kebijakan. Instruksi ini juga baru keluar beberapa hari yang lalu bahwa kita jangan terlibat di MBG," kata Krisantus kepada detikKalimantan, Jumat (6/3/2026).
Wakil Gubernur Kalbar ini menjelaskan DPD PDIP Kalbar saat ini masih melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan adanya kader, pengurus partai, maupun anggota legislatif dari PDIP yang memiliki atau mengelola dapur program MBG.
"Dan kami belum mendeteksi siapa kader atau pengurus partai atau mungkin anggota dewan yang memiliki dapur itu. Kalau sudah ditemukan tentu ada kebijakan partai lebih lanjut," ujarnya.
Menurut Krisantus, apabila nantinya ditemukan kader yang terlibat dalam bisnis tersebut, struktur partai akan menindaklanjuti sesuai arahan dari DPP PDIP. Salah satunya dilakukan pemanggilan.
"Kalau instruksi DPP ini harus kita amankan. Tentu harus ada tindakan dari struktur partai di tingkat bawah," jelasnya.
Ia menambahkan mekanisme penanganan akan dilakukan berjenjang oleh struktur partai, mulai dari DPD, DPC hingga PAC. Ia juga menegaskan bahwa jajaran pimpinan DPD PDIP Kalbar berkomitmen mematuhi instruksi partai tersebut.
"Selaku eksekutif partai, sebagai unsur pimpinan partai di Kalbar ini, Pak Lasarus sebagai Ketua, Pak Sujiwo sebagai sekretaris, dan saya sebagai bendahara, tentu sikap kami sama," ujarnya.
Simak Video "Menemukan Lulur Alami dari Daun Aras di Kalimantan Barat"
(sun/des)