Respons Sejumlah Partai soal PDIP Incar Kursi Gubernur Jatim 2029

Round Up

Respons Sejumlah Partai soal PDIP Incar Kursi Gubernur Jatim 2029

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 28 Agu 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Pilgub Jatim
Ilustrasi Pilgub Jatim. (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom).
Surabaya -

Perebutan kursi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029 mulai menjadi pembicaraan sejumlah partai politik. PDI Perjuangan (PDIP) secara terbuka memasang target memiliki kader yang mampu memenangkan Pilgub Jatim 2029. Bagaimana respons partai lain?

Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah sebelumnya menyatakan partainya ingin memenangkan Pemilu Legislatif 2029 sekaligus mengantarkan kader sendiri menjadi Gubernur Jawa Timur. Target itu disampaikan setelah PDIP melakukan evaluasi atas hasil Pemilu 2024 dan mulai memetakan kekuatan partai untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerindra Siapkan Calon

Sekretaris DPD Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah mengatakan pihaknya menghargai target yang dipasang PDIP. Menurutnya, setiap partai politik memang memiliki kewajiban menyiapkan kader terbaik untuk mengikuti kontestasi politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Tentu kami menghargai PDIP dan Buya Said. Sebagai partai politik, fungsi dan tugasnya menyiapkan kader terbaik untuk kontestasi baik di level nasional maupun daerah," kata Kharisma kepada detikJatim, Rabu (26/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kharisma mengatakan Gerindra juga terus melakukan kaderisasi sebagai persiapan menghadapi pemilu dan pilkada mendatang. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia.

"Sebagai salah satu provinsi terbesar, tentu Jawa Timur menjadi wilayah yang sangat diperhatikan. Maka kaderisasi, pendidikan politik terus dilakukan," terangnya.

Gerindra, lanjut Kharisma, ingin Jawa Timur terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai pangan, pendidikan, sumber daya manusia, ekonomi hingga kebudayaan. Untuk mendukung tujuan tersebut, partainya mengaku telah menyiapkan sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju dalam kontestasi politik daerah.

"Gerindra ingin Jawa Timur terus menjadi provinsi yang unggul baik dalam hal pangan, pendidikan, sumber daya manusia, ekonominya, dan budayanya."

Menurut Kharisma, Gerindra memiliki banyak kader yang berpotensi dicalonkan dalam Pilkada Jatim. Partai tersebut juga memiliki sekolah kader dan telah melakukan penggemblengan terhadap kader-kadernya di Jawa Timur.

"Gerindra banyak sekali kader mumpuni yang siap dicalonkan untuk Pilkada mendatang. Kami punya sekolah kader, kami juga sudah melakukan penggemblengan kader Jawa Timur," tambahnya.

Namun, ketika ditanya mengenai nama kader Gerindra yang berpotensi maju dalam Pilgub Jatim 2029, Kharisma belum mau mengungkapkannya. Gerindra saat ini memilih berkonsentrasi mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menjalankan kerja politik untuk masyarakat.

"Nanti, ada waktunya. Saat ini kami fokus mengawal dan menyukseskan program Pak Prabowo dan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur," tandas Kharisma.

Golkar: Sah-sah saja PDIP ingin punya gubernur

Respons lain datang dari Partai Golkar. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji menilai keinginan PDIP untuk memiliki kader yang menjadi Gubernur Jawa Timur merupakan hal yang wajar bagi sebuah partai politik.

"Ya sah-sah saja sebagai partai ingin punya kader menjadi gubernur," kata Sarmuji saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Arif Fathoni mengatakan partainya belum ingin terlalu jauh membicarakan Pilgub Jatim 2029. Menurutnya, fokus Golkar saat ini masih pada kerja-kerja kerakyatan dan mendukung pemerintahan Jawa Timur di bawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

"Golkar sebagai entitas politik tentu memiliki banyak nama yang siap dikaryakan dalam pemerintahan, baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Namun kami melihat saat ini bagi Golkar terlalu dini untuk berbicara soal Pilgub," kata Arif Fathoni kepada detikJatim.

"Karena fokus Partai Golkar Jawa Timur adalah mendukung pemerintahan Khofifah-Emil sukses dalam melayani warga Jawa Timur melalui serangkaian kebijakan kebijakan kerakyatan yang diambil," tambahnya.

Arif mengatakan Golkar Jatim juga terus melakukan konsolidasi internal. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mesin partai sekaligus memastikan keberadaan partai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Saat ini Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Pak Ali Mufti sedang fokus membangun konsolidasi Partai agar mesin Partai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga Golkar dalam pemilu mendatang bisa memenangkan hati masyarakat baik dalam pemilu maupun pemilukada," terangnya.

Konsolidasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan politik kepada masyarakat Jawa Timur.

"Dengan konsolidasi tersebut, kami berharap mesin Partai bisa semakin efektif dalam melayani warga Jawa Timur, sehingga agenda pendidikan politik kepada masyarakat Jawa Timur dapat terlaksana dengan baik," tandasnya.

PDIP targetkan kader jadi Gubernur Jatim

Target PDIP untuk merebut kursi Gubernur Jawa Timur pada 2029 sebelumnya disampaikan Said Abdullah dalam agenda konsolidasi partai di Surabaya. Ia meminta seluruh kader memiliki tekad yang sama untuk memenangkan Pileg dan Pilgub Jatim mendatang.

"Dengan kerja keras kita semua, kita punya kewajiban sama, tekad yang sama untuk memenangkan pileg dan pilgub yang akan datang," kata Ketua PDIP Jatim Said Abdullah di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Said mengatakan PDIP Jatim telah melakukan sejumlah evaluasi setelah kehilangan sejumlah kursi legislatif dan eksekutif pada Pemilu 2024. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi partai untuk memperbaiki mesin organisasi dan mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.

Ia optimistis PDIP dapat kembali menjadi kekuatan politik utama di Jawa Timur sekaligus memiliki kader yang mampu menduduki kursi gubernur.

"Bahwa PDI Perjuangan sudah saatnya punya Gubernur Jawa Timur," tegas Said.

Untuk mencapai target tersebut, PDIP Jatim mendorong anggota DPR RI dan DPRD kabupaten/kota lebih aktif turun ke masyarakat. Para kader diminta menyerap aspirasi sekaligus memperkuat struktur partai hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).

PDIP sebut punya banyak stok calon

Sejalan dengan target tersebut, PDIP mulai memetakan sejumlah kader yang dinilai memiliki potensi untuk masuk bursa kandidat Pilgub Jatim 2029. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya memiliki stok kepemimpinan yang cukup besar di Jawa Timur, terutama dari kalangan kepala daerah dan anggota DPR RI.

Hasto menyebut terdapat 12 kader PDIP yang saat ini menjabat kepala daerah di Jawa Timur. Selain itu, terdapat sekitar 19 kader PDIP yang duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.

"Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidasi, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah. Kami punya 12 kepala daerah, ada juga calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur," beber Hasto di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Dari jajaran kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP di Jawa Timur, sejumlah nama mulai disebut memiliki peluang masuk bursa. Di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Selain keduanya, kepala daerah PDIP yang disebut dalam pemetaan tersebut yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Malang Sanusi, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Sementara itu, kader PDIP yang menjabat wakil kepala daerah di Jawa Timur antara lain Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar.

Hasto mengatakan kepala daerah dengan rekam jejak kepemimpinan menjadi salah satu sumber kader potensial untuk menghadapi Pilgub Jatim. Namun, PDIP tidak menutup kemungkinan menjaring figur dari latar belakang lain, termasuk kalangan anak muda.

"Jadi PDIP memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah, dan dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal bagi pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan pemilu legislatif serta presiden," tegasnya.

Risma disebut jadi andalan

Selain mengandalkan kepala daerah dan kader yang telah duduk di parlemen, PDIP juga membuka peluang bagi figur dari luar struktur kekuasaan daerah. Hasto mencontohkan Tri Rismaharini sebagai salah satu figur yang direkrut dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), kemudian dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya selama dua periode hingga Menteri Sosial.

"Kemudian partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka. Ibu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, kemudian menjadi Menteri Sosial, dan sekarang menjadi Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana," tambahnya.

Menurut Hasto, pola tersebut menunjukkan bahwa kandidat Pilgub Jatim tidak harus berasal dari kepala daerah yang sedang menjabat. PDIP masih membuka ruang bagi figur lain yang dianggap memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Jadi mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat, itu diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk bagi anak-anak muda. Syaratnya adalah anak-anak muda yang memiliki jiwa dan spirit seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh-tokoh bangsa lainnya," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Halalbihalal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ini Pesan Said Abdullah"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads