Di antara amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk mengawali hari adalah salat duha. Salat ini dikerjakan ketika matahari mulai naik setinggi tombak hingga menjelang waktu zuhur atau sebelum tergelincirnya matahari.
Waktu pelaksanaan salat duha memang berada di tengah kesibukan, saat sebagian orang sudah mulai larut dalam pekerjaan dan rutinitasnya. Tetapi justru di situlah letak keistimewaannya. Salat duha menjadi salah satu cara untuk kembali mengingat Allah SWT.
Jumlah rakaat salat duha minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat. Namun dalam beberapa riwayat, disebutkan pula keutamaan bagi mereka yang menunaikannya hingga dua belas rakaat.
Setelah menunaikan salat duha, sebaiknya amalan ini disempurnakan dengan panjatan doa. Karena dikerjakan di waktu-waktu di mana sebagian orang lengah dengan kesibukan, salat duha memiliki beberapa keutamaan spesial. Oleh karena itu, berdoa setelah salat duha sangat dianjurkan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Berikut ini doa-doa yang bisa dibaca setelah salat duha, dikutip dari NU Online.
Keutamaan Salat Duha
Sebelum itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerangkan beberapa keutamaan salat duha yang dikutip dari berbagai hadis. Ini keutamaannya:
1. Dibangunkan Istana di Surga
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: Barang siapa salat Duha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga. (HR Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar balasan bagi mereka yang menjaga salat duha secara sempurna. Istana di surga merupakan sebuah bentuk kemuliaan dan kenikmatan abadi yang dijanjikan Allah SWT.
2. Diampuni Dosa-dosanya
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: Barang siapa yang dapat mengamalkan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan. (HR. Tirmidzi)
Istiqamah dalam menjalankan salat duha menjadi sebab turunnya ampunan, bahkan untuk dosa yang sangat banyak. Manusia memiliki kapasitas yang terbatas, sementara Allah memiliki sifat Maha Pengampun yang tidak terbatas.
3. Menjadi Sedekah bagi Seluruh Persendian
Setiap pagi, seluruh persendian manusia memiliki kewajiban sedekah, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Artinya: Ada sedekah atas seluruh tulang (persendian) salah seorang dari kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat salat duha mencukupi semuanya itu." (HR Muslim)
Artinya, hanya dengan dua rakaat Duha, seorang muslim telah menunaikan kewajiban sedekah bagi seluruh anggota tubuhnya.
4. Disebut Salat Kaum Awwabin
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda:
لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ
Artinya: Tidak ada yang menjaga salat duha kecuali orang yang kembali kepada Allah (dengan tobat). Salat duha adalah salat orang-orang yang awwabin. (HR Al-Hakim)
Awwabin adalah hamba yang senantiasa kembali kepada Allah dengan taubat dan ketaatan. Maka menjaga salat duha menjadi tanda kedekatan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya.
5. Keutamaan Bertingkat Sesuai Jumlah Rakaat
Dalam riwayat lain disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ، فَقُلْتُ: يَا عَمُّ اقْبِسْنِى خَيْرًا. فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ: إِنْ صَلَّيْتَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ تُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا أَرْبَعًا كُتِبْتَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا سِتًّا كُتِبْتَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثَمَانِيًا كُتِبْتَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا عَشْرًا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ ذَلِكَ الْيَوْمَ ذَنْبٌ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهِ لَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku bertemu Abu Dzar RA., lalu berkata: Wahai paman, berilah aku satu kebaikan. Ia menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu bertanya kepadaku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu salat Duha dua rakaat, kamu tidak dicatat sebagai orang lalai, jika empat rakaat dicatat sebagai orang berbuat baik, jika enam rakaat dicatat sebagai orang taat, jika delapan rakaat dicatat sebagai orang beruntung, jika sepuluh rakaat maka pada hari itu tidak dicatat dosa bagimu, dan jika dua belas rakaat maka Allah membangunkan untukmu rumah di surga. (HR Al-Baihaqi)
Hadis ini menunjukkan setiap tambahan rakaat akan meningkatkan derajat dan pahala bagi yang mengerjakannya.
Simak Video "Bersenang-senang dan Piknik Kuliner di Pantai Kalimantan Timur"
(sun/bai)