Doa Setelah Salat Tahajud, Lengkap Bacaan Arab-Latin dan Terjemahannya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Doa Setelah Salat Tahajud, Lengkap Bacaan Arab-Latin dan Terjemahannya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 24 Feb 2026 23:19 WIB
Ilustrasi kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malamnya
Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Samarinda -

Salat tahajud ialah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Salat ini dikerjakan pada malam hari, di sepertiga akhir malam setelah sebelumnya tidur terlebih dahulu.

Waktu sepertiga malam terakhir terpilih karena di waktu tersebut dipenuhi keheningan dan kekhusyukan, ketika seorang hamba dapat lebih fokus bermunajat dan mencurahkan isi hatinya kepada Allah SWT.

Dikutip dari penjelasan Majelis Ulama Indonesia, sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat utama untuk memanjatkan doa dan memohon kebaikan dunia maupun akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya:

"Sesungguhnya di waktu malam terdapat satu waktu, ketika seorang hamba muslim bertepatan dengan waktu tersebut, lalu ia memohon kepada Allah kebaikan dunia maupun akhirat, pasti Allah memenuhi permintaannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam." (HR Muslim no 757)

Karenanya, mengisi waktu sepertiga malam dengan sholat tahajud menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya paling sedikit dua rakaat dan dapat ditambah sesuai kemampuan.

Doa Setelah Salat Tahajud

Dalam karya an-Nawawi berjudul Al-Adzkar, berikut adalah doa yang bisa diamalkan setelah melakukan salat tahajud::

Arab:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْححَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِييُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Latin:
Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq.

Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya:
"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.

Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.

Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Mahaterdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Salat Tahajud

Salat tahajud memiliki banyak keutamaan, baik sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadis Nabi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Meninggikan Derajat

Dalam Surah Al-Isra ayat 79, Allah SWT berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya:

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang hamba yang rutin melaksanakan tahajud berpeluang mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah.

2. Membuka Pintu Rezeki dan Dikabulkan Doanya

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa di setiap malam ada waktu mustajab untuk berdoa. Siapa pun yang memohon kebaikan pada waktu tersebut, insyaAllah akan dikabulkan.

Hal ini menjadi isyarat bahwa tahajud adalah sarana meraih keberkahan dan kelapangan rezeki.

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَـةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُـلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

Artinya:

"Sesungguhnya di dalam malam itu ada satu waktu, jika seorang Muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan itu berlaku setiap malam." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Mendekatkan Diri kepada Allah

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menyeru hamba-Nya untuk berdoa serta memohon ampun. Hal ini disampaikan dalam hadis riwayat Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya:

"Allah turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir dan berkata: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya."

Waktu inilah yang menjadi kesempatan istimewa untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta.

4. Menghapus Dosa dan Menjauhkan dari Maksiat

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa menghidupkan sepertiga malam adalah kebiasaan orang-orang saleh terdahulu yang menjadi sebab diampuninya dosa serta pelindung dari perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ لِكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

"Hendaklah kalian melaksanakan salat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan ia juga dapat mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa-dosa, serta menghindarkan diri dari perbuatan dosa." (HR. Tirmidzi)

5. Menjadi Cahaya di Hari Kiamat

Rasulullah SAW juga memberi kabar gembira bahwa orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat. Inilah yang menunjukkan besarnya keutamaan ibadah malam, termasuk tahajud.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Abu Daud, dan Tirmidzi dari Abu Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda:

بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ

"Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sering berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat."

Demikian penjelasan doa setelah salat tahajud, lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ramadan dan Tradisi Tadarus, Menghidupkan Al-Qur'an di Tengah Umat"
[Gambas:Video 20detik] (aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads