Manfaat dan Tata Cara Salat Dhuha, Amalan Pembuka Pintu Rezeki dan Keberkahan

Manfaat dan Tata Cara Salat Dhuha, Amalan Pembuka Pintu Rezeki dan Keberkahan

Aisyah Luthfi - detikSumut
Rabu, 15 Apr 2026 12:45 WIB
Ilustrasi sujud dalam sholat.
Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash
Medan -

Salat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat istimewa dalam Islam. Dilakukan saat matahari mulai beranjak naik hingga menjelang waktu zuhur, salat ini sering disebut sebagai "kunci" untuk mengetuk pintu langit, khususnya dalam urusan rezeki dan ketenangan hati.

Bagi detikers yang ingin meraih keberkahan di sela aktivitas harian, memahami keutamaan dan tata cara salat dhuha secara benar adalah langkah awal yang baik. Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

Keutamaan dan Manfaat Salat Dhuha

Dilansir dari laman NU Online, melaksanakan salat dhuha secara rutin membawa banyak manfaat spiritual dan kecukupan dalam hidup. Berikut adalah beberapa keutamaannya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pahala Sedekah Seluruh Ruas Tubuh

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut setiap ruas tulang manusia membutuhkan sedekah setiap harinya. Salat dhuha dua rakaat sudah cukup untuk mewakili sedekah tersebut.

ADVERTISEMENT

Membuka Pintu Rezeki

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ahmad menekankan bahwa Allah SWT menjamin kecukupan hidup bagi mereka yang istikamah menjaga salat dhuha. Menjalankan ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan jalur spiritual untuk menggapai keberkahan rezeki sekaligus menciptakan ketenangan batin.

Penghapus Dosa Kecil

Salat ini diyakini menjadi wasilah (perantara) diampuninya dosa-dosa kecil yang mungkin kita lakukan tanpa sengaja dalam aktivitas sehari-hari.

Kedudukan Istimewa (Hamba yang Awwabin)

Orang yang rajin salat dhuha dicatat sebagai hamba yang selalu kembali (bertaubat) kepada Allah.

Tata Cara Melaksanakan Salat Dhuha

Salat dhuha minimal dilakukan sebanyak 2 rakaat dan maksimal 8 rakaat (sebagian ulama membolehkan lebih). Berikut adalah panduan praktisnya:

1. Niat Salat Dhuha

Niat dilakukan di dalam hati. Jika ingin dilafalkan, berikut bacaannya:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat sunah dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah ta'ala."

2. Pelaksanaan Rakaat

  • Rakaat Pertama: Membaca Al-Fatihah, disusul surah pendek (disarankan Asy-Syams atau Al-Kafirun).
  • Rakaat Kedua: Membaca Al-Fatihah, disusul surah pendek (disarankan Ad-Duha atau Al-Ikhlas).
  • Lakukan ruku, sujud, dan tahiyat akhir seperti salat biasanya dengan khusyuk.

Bacaan Doa Setelah Salat Dhuha

Setelah salam, detikers dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berikut adalah doa yang bisa detikers amalkan usai salat Dhuha.

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allâhumma innad dhuhâ'a dhuhâ'uka, wal bahâ'a bahâ'uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ'i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu'siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba'idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ'ika, wa bahâ'ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita 'ibâakas shâlihîn.

Artinya: "Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Dzikir dan Doa Tambahan

Dianjurkan membaca dzikir ini sebanyak 40 hingga 100 kali untuk memohon ampunan:

اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ، ثُمَّ يَقُوْلُ: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub 'alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm.

Artinya: "Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima taubat, lagi maha penyayang."

Waktu Terbaik Salat Dhuha

Waktu dhuha terbentang sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar pukul 07.00 pagi) hingga sesaat sebelum masuk waktu Zuhur. Namun, waktu paling afdal adalah saat matahari mulai panas menyengat (sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB).

Itulah panduan lengkap mengenai manfaat, tata cara, hingga doa salat dhuha. Semoga dengan mengamalkannya secara konsisten, detikers selalu dilimpahi kemudahan dan ketenangan dalam menjalani hari. Semoga bermanfaat, ya!




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads