Di tengah penyajian makanan yang serba praktis, kegiatan buka bersama (bukber) di Masjid Raya Darussalam Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memilih penyajian berbeda. Makanan bukber dihidangkan menggunakan piring demi mengurangi sampah plastik.
Tampak sejak menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 16.30 WIB jemaah dari mahasiswa UIN Palangka Raya dan masyarakat sekitar mulai berdatangan menuju aula Masjid Raya Darussalam. Sambil menunggu berbuka, jemaah diajak berdzikir dan bersholawat.
Sedangkan panitia yang bertugas, bersemangat membagikan piring-piring berisi makanan berat disertai takjil makanan ringan dan air putih kepada jemaah. Para panitia tampak ramah dan memastikan semua jemaah yang datang mendapat bagian.
Ketua pelaksana Takmir Ramadhan Masjid Raya Darussalam, Ahmad Supriadi mengungkapkan alasan menu buka puasa memakai piring. Alasan pertama, jemaah diharapkan dapat menikmati buka puasa lebih nyaman dan nikmat, bahkan bisa menambah nasi.
"Kenapa pakai piring biar jemaah makannya lebih enak, lebih nikmat. Kalau dia mau tambah nasi, insyaAllah juga bisa. Kalau pakai kotak kan space-nya kecil," ujarnya kepada detikKalimantan, Rabu (25/2/2026).
"Kedua, karena kita punya menu harian beda-beda. Kadang pakai kuah, ada rawon ada sop. Jadi harus pakai piring," imbuhnya.
Selain itu, menurut Supriadi dengan memakai piring maka dapat mengurangi sampah plastik.
"Untuk mengurangi sampah plastik juga. Kalau pakai kotakan kan pasti ada sampahnya. Tapi kalau pakai piring kita tinggal mencucinya," jelasnya.
Supriadi yang juga Dosen Tafsir Al Qur'an di Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, UIN Palangka Raya itu menjelaskan hal ini juga berkaitan dengan adab dalam Islam perihal menyajikan makanan kepada orang lain. Menurutnya, salah satu indikator keimanan seseorang dapat dilihat dari rasa pedulinya terhadap orang lain.
Simak Video "Video: Kata Anies Usai Buka Puasa Bareng Puan-Surya Paloh di DPP NasDem"
(bai/bai)