Kurangi Sampah Plastik, Bukber di Masjid UIN Palangka Raya Pakai Piring

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kurangi Sampah Plastik, Bukber di Masjid UIN Palangka Raya Pakai Piring

Ayuningtias Puji Lestari - detikKalimantan
Rabu, 25 Feb 2026 20:42 WIB
Buka bersama di Masjid Raya Darussalam UIN Palangka Raya.
Buka bersama di Masjid Raya Darussalam UIN Palangka Raya. Foto: Ayuningtias Puji Lestari/detikKalimantan
Palangka Raya -

Di tengah penyajian makanan yang serba praktis, kegiatan buka bersama (bukber) di Masjid Raya Darussalam Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memilih penyajian berbeda. Makanan bukber dihidangkan menggunakan piring demi mengurangi sampah plastik.

Tampak sejak menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 16.30 WIB jemaah dari mahasiswa UIN Palangka Raya dan masyarakat sekitar mulai berdatangan menuju aula Masjid Raya Darussalam. Sambil menunggu berbuka, jemaah diajak berdzikir dan bersholawat.

Sedangkan panitia yang bertugas, bersemangat membagikan piring-piring berisi makanan berat disertai takjil makanan ringan dan air putih kepada jemaah. Para panitia tampak ramah dan memastikan semua jemaah yang datang mendapat bagian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buka bersama di Masjid Raya Darussalam UIN Palangka Raya.Buka bersama di Masjid Raya Darussalam UIN Palangka Raya. Foto: Ayuningtias Puji Lestari/detikKalimantan

Ketua pelaksana Takmir Ramadhan Masjid Raya Darussalam, Ahmad Supriadi mengungkapkan alasan menu buka puasa memakai piring. Alasan pertama, jemaah diharapkan dapat menikmati buka puasa lebih nyaman dan nikmat, bahkan bisa menambah nasi.

"Kenapa pakai piring biar jemaah makannya lebih enak, lebih nikmat. Kalau dia mau tambah nasi, insyaAllah juga bisa. Kalau pakai kotak kan space-nya kecil," ujarnya kepada detikKalimantan, Rabu (25/2/2026).

"Kedua, karena kita punya menu harian beda-beda. Kadang pakai kuah, ada rawon ada sop. Jadi harus pakai piring," imbuhnya.

Selain itu, menurut Supriadi dengan memakai piring maka dapat mengurangi sampah plastik.

"Untuk mengurangi sampah plastik juga. Kalau pakai kotakan kan pasti ada sampahnya. Tapi kalau pakai piring kita tinggal mencucinya," jelasnya.

Supriadi yang juga Dosen Tafsir Al Qur'an di Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, UIN Palangka Raya itu menjelaskan hal ini juga berkaitan dengan adab dalam Islam perihal menyajikan makanan kepada orang lain. Menurutnya, salah satu indikator keimanan seseorang dapat dilihat dari rasa pedulinya terhadap orang lain.

"Salah satu indikator keimanan itu bagaimana kepedulian kita kepada orang lain, Hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Ma'un (ayat 1-7). Ada juga hadits nabi, dijelaskan bahwa pahala menyediakan makanan untuk orang berbuka itu seperti pahala orang berpuasa," ungkapnya.

"Di Surat Al-Insan (ayat ke-8) juga dijelaskan ciri-ciri orang beriman itu suka memberikan makan untuk orang yang membutuhkan, orang kelaparan, atau dia gak harus miskin tapi sedang musafir (perjalanan), itu juga bisa," imbuhnya.

Supriadi menjelaskan rata-rata dalam satu hari disediakan 800 porsi. Saat awal Ramadhan bisa lebih banyak.

"kita rata-rata 800 porsi sehari. Biasanya di awal-awal kan penuh itu bisa sampai 1.000 porsi. Fluktuatif," pungkasnya.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk 800 porsi mencapai Rp 12 Juta. Dana itu didapat dari sedekah masyarakat sekitar hingga pengusaha. Ia berharap melalui kegiatan tersebut dapat memberi dampak positif sekaligus memupuk amal di momen bulan suci Ramadhan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kata Anies Usai Buka Puasa Bareng Puan-Surya Paloh di DPP NasDem"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads