Suasana hangat menyelimuti momen buka puasa bersama di Rutan Kelas I Samarinda. Sejumlah warga binaan tampak memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk bertemu keluarga.
Pada Selasa (24/2/2026), ratusan narapidana di Rutan Kelas I Samarinda berkesempatan untuk berbuka puasa bersama keluarga. Bahagia menyelimuti salah satu narapidana kasus narkoba, Muhammad Yoga (22).
Yoga mengaku bersyukur masih diberi kesempatan bertemu orang terdekatnya di bulan Ramadan, meski pertemuan berlangsung singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah masih dikasih waktu ketemu keluarga. Walaupun sebentar, tapi momen buka puasa seperti ini sangat berkesan," ujar Yoga saat ditemui di rutan, Selasa (24/2).
Ia mengatakan tahun ini merupakan Ramadan pertamanya menjalani masa tahanan setelah masuk rutan pada Mei tahun lalu. Menurutnya, suasana berbuka di dalam rutan jauh berbeda dibandingkan saat masih bebas.
"Rasanya sedih, karena biasanya buka sama keluarga di luar. Tapi ini kesalahan saya sendiri, mungkin ini teguran dari Tuhan," kata Yoga.
Dalam kesempatan itu, Yoga berbuka dengan makanan yang dibawakan keluarga. Ia tampak didampingi istri, ibu, serta anaknya yang datang menjenguk.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR), Bima Nugraha, menjelaskan kegiatan buka puasa bersama keluarga merupakan program dari Kantor wilayah direktorat jenderal pemasyarakatan Kalimantan Timur kementerian imigrasi dan pemasyarakatan.
Suasana buka puasa ratusan narapidana bersama keluarga di dalam Rutan Samarinda. Foto: (Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan) |
Menurutnya, kegiatan ini digelar untuk mempererat hubungan warga binaan dengan keluarga sekaligus menjaga stabilitas keamanan di dalam rutan.
"Program ini melanjutkan kegiatan tahun sebelumnya. Harapannya warga binaan bisa bertemu keluarga sehingga lebih tenang dan kondisi rutan tetap aman," ujar Bima.
Bima menyebut kegiatan buka bersama dijadwalkan dua kali dalam sepekan. Pada hari pertama, sebanyak 237 warga binaan mengikuti kegiatan tersebut.
"Untuk hari berikutnya diperkirakan jumlahnya hampir sama, sekitar 200-an warga binaan," kata Bima.
Setiap narapidana diperbolehkan dijenguk maksimal tiga orang keluarga. Seluruh petugas keamanan dilibatkan, mulai dari pemeriksaan barang, pendaftaran, hingga pengawasan di dalam area rutan.
"Keluarga pengunjung juga diberi tanda khusus berupa kabel pengaman berwarna serta nomor antrean, sementara narapidana menggunakan identifikasi sidik jari, " ungkapnya.
Selain buka puasa bersama, pihak rutan juga rutin menggelar kegiatan keagamaan selama Ramadan. Kegiatan meliputi pengajian harian, salat tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur'an.
Bima menyebut, pihak rutan juga mendatangkan ustaz untuk memberikan tausiyah sebelum berbuka puasa pada hari tertentu setiap pekan.
"Semua kegiatan tetap mengutamakan keamanan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, tentu akan kami evaluasi," pungkasnya.
(aau/aau)

