Belakangan isu awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu yang masuk ke dalam pembahasan adalah soal perempuan yang menunjukkan paspor Inggris untuk anak keduanya. Video tersebut menuai pro-kontra. Ada yang mengecam tindakan perempuan tersebut, ada juga yang mendukung.
Dilansir detikEdu, kontroversi ini bermula dari video seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai awardee LPDP yang menerima paket berupa paspor Inggris untuk anaknya. Paspor tersebut diterima dari Home Office Inggris. Paspor tersebut mengesahkan status anaknya menjadi warga negara Inggris.
Dalam video tersebut, perempuan itu mengaku memang mengusahakan agar anak-anaknya memiliki paspor yang kuat. Ia juga menegaskan cukup dirinya saja yang menjadi WNI. Unggahan tersebut viral dan menuai kontroversi sebelum akhirnya pemilik akun menghapus videonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kontra dengan video itu menyebut bahwa tindakan perempuan tersebut seperti seolah ingin menyelamatkan diri sendiri. Padahal dengan menerima LPDP, perempuan tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi lebih bagi bangsa dan negara.
"Klo bener penerima LPDP, miris. memang negeri ini seringkali mengecewakan, begitu pula orang2 d dalamnya. Akan tetapi, anda diberikan beasiswa LPDP u/ mengubah itu, bkn u/ lari menyelamatkan diri sndiri... " tulis pengguna akun X @sayaxxxxxxx dikutip detikEdu.
Ada juga yang menganggap keputusannya membuatkan paspor Inggris untuk anaknya sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi dalam negeri. Namun, tindakannya menunjukkan itu di media sosial tetap disayangkan karena seolah-olah flexing di tengah situasi saat ini.
"Paham sih kak pada marah, soalnya kondisi ekonomi di dalam negeri lagi jelek, terus ada orang flexing paspor luar negeri buat anaknya dan pernah punya history LPDP. Orang2 pinter dapet LPDP gitu ada baiknya lebih humble sih ditengah kondisi sensitif kayak skrg," tulis akun X @arixxxxxx.
"Kritik itu hak setiap warga negara. Tapi menerima beasiswa dari uang rakyat lalu menyatakan 'cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan' bukan sekadar kritik kebijakan - itu pernyataan penolakan identitas kebangsaan. Kalau memang kecewa pada kebijakan, yang dikritik adalah kebijakannya. Bukan negaranya. Bukan rakyatnya. Dibiayai rakyat, lalu bilang 'anak saya jangan jadi WNI'. Itu kritik atau amnesia moral?" komentar akun @drgrixxxxxxxxxx di Threads.
Sementara itu, pemilik akun sendiri sudah membuat klarifikasi bahwa dirinya telah memenuhi kewajiban sebagai penerima LPDP. Ia menyebut video itu sebagai ungkapan kekesalannya pada kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak pro rakyat.
Beberapa netizen juga membela pemilik akun dan justru mengapresiasi tindakannya yang berani bersuara tentang kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah.
Artikel ini telah tayang di detikEdu dengan judul Viral Awardee LPDP Tunjukin Paspor Inggris buat Anak, Tuai Kontroversi!
