Peringatan Keras Suporter ke PSS Jelang Lawan PSM

Peringatan Keras Suporter ke PSS Jelang Lawan PSM

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 24 Sep 2026 06:40 WIB
Suporter PSS Sleman di Stadion GBLA
Suporter PSS Sleman. Foto: Bima Bagaskara
Jogja -

PSS Sleman mendapat peringatan keras dari suporternya menjelang laga melawan PSM Makassar di pekan keempat Super League 2026/2027 usai jeda kompetisi. Peringatan itu disampaikan pentolan Brigata Curva Sud (BCS) dan Ketua Umum Slemania.

Ultimatum dari BCS

"Kami hanya ingin bertanya dengan manajemen, ini sebenarnya ada apa. PSS kalah tiga pertandingan, nol poin. Kami ultimatum manajemen, jika pertandingan lawan PSM gagal (kalah), maka kami ingin (pelatih) Pieter Huistra out," kata pentolan Brigata Curva Sud (BCS), Anton Nugroho, saat dihubungi wartawan, Rabu (23/9/2026).

Anton mengatakan, BCS mengunggah di media sosial mereka yang menampilkan visual lima lambang hati. Tiga hati yang tampak hancur melambangkan tiga kekalahan beruntun yang ditelan PSS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam postingan kami ada lima hati. Tiga hati sudah hancur, itu tandanya tiga laga kita sudah mengalami kekalahan. Masih sisa dua hati lagi. Jadi kami inginnya dan berharapnya PSS bisa menang dalam dua laga ke depan. Lawan PSM kami ingin kemenangan," ujar dia.

"Intinya kami meminta kemenangan, harga mati," sambung dia.

ADVERTISEMENT

Wanti-wanti dari Slemania

Ketua Umum Slemania, Richo Dwi Kuncoro juga mendesak tim PSS segera berbenah.

"Istilahnya berbenah dan laga selanjutnya ini bagaimana caranya harus menang," kata Richo.

Namun, Richo belum mengungkapkan tuntutan apa yang akan disampaikan kepada manajemen jika hasil melawan PSM tidak sesuai dengan harapan.

"Kalau untuk sementara dari saya sendiri sih belum kepikiran ya (Huistra out), belum kepikiran. Nanti misal luput-lupute lawan PSM belum bisa meraih poin maksimal, ya nanti bagaimana itu semua keputusan dari teman-teman. Kita mengalir saja dan tetap ikut konsolidasi bareng teman-teman yang lain," pungkasnya.

Huistra Sebut Timnya Butuh Penyesuaian

Diberitakan sebelumnya, PSS Sleman melewati tiga laga awal Super League musim ini dengan rentetan kekalahan. Pelatih Super Elang Jawa (Elja), Pieter Huistra, menyebut timnya butuh penyesuaian.

Diketahui, melawan Dewa United pada Minggu (20/9), PSS harus pulang dengan tangan kosong setelah takluk 1-2. Tuan rumah sudah unggul dua gol lebih dulu lewat Taisei Marukawa menit ke-49 dan Carlos Iury da Silva menit ke-57 sebelum akhirnya PSS memperkecil jarak lewat gol Christophe Nduwarugira menit ke-72.

Sebelumnya, PSS sudah menelan kekalahan masing-masing 1-2 dari laga tandang lawan Bali United FC dan 1-3 dari Madura United FC di laga home.

Super Elja, bersama Persijap Jepara dan Isenmulang Kalteng FC, menjadi tim yang kalah beruntun di tiga pertandingan pertama musim ini. PSS saat ini terdampar di papan bawah papan klasemen sementara, tepatnya di posisi ke-15 atau empat terbawah.

Huistra mengklaim, laga kontra Dewa United sejatinya berjalan cukup seimbang.

"Pertandingan terbilang seimbang. Namun memang satu atau dua momen bisa membuat perbedaan yang besar. Menurut saya, laga kali ini kami sedikit kurang beruntung dengan dua gol dari lawan ke gawang kami," kata Pieter Huistra dikutip dari situs iLeague, Senin (21/9/2026).

Pelatih asal Belanda tersebut melanjutkan, PSS sebenarnya punya beberapa peluang. Sayangnya, tidak dimaksimalkan.

Mantan pelatih Borneo FC Samarinda itu juga mengakui bahwa timnya dihadapkan dengan deretan laga terbilang berat di awal musim baru ini. Berstatus sebagai tim pendatang baru alias tim promosi di BRI Super League 2026/27, PSS langsung menantang tim-tim kuat.

"Sebelumnya kami juga sudah menghadapi Bali United dan Madura United yang kini berada di papan atas. Sebagai tim promosi, kami tentunya masih butuh penyesuaian," kata dia.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads