Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, mengaku tidak puas dengan penyelesaian akhir pasukannya. Sebabnya, ada beberapa momen di mana pemain Laskar Mataram berhadapan satu lawan satu dengan kiper.
Sorotan Van Gastel ini terungkap setelah PSIM beruji coba dengan Bali United FC di Stadion Mandala Krida, Jogja. Format uji coba dilaksanakan dengan 2x45 menit kemudian dilanjut babak tambahan 30 menit.
"Kami sempat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang tersebut seharusnya berbuah gol. Oleh karena itu, saya rasa dalam hal tersebut kami masih harus berbenah karena meskipun menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik," jelasnya seperti dikutip dari situs resmi PSIM, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meneer asal Belanda itu juga melihat para pemainnya masih ada yang mengalami masalah fisik.
"Menurut saya, kami bermain dengan baik. Pada akhir pertandingan 90 menit pertama, kami mengalami beberapa kendala fisik. Namun, hal itu wajar karena persiapan Bali United dimulai dua minggu lebih awal daripada kami," kata dia.
Van Gastel menyebut kondisi suhu di Kota Jogja saat laga uji coba juga menjadi sorotannya. Ia mengaku kepanasan padahal hanya berdiri memberi instruksi di tepi lapangan.
"Jadwal pertandingan ini disesuaikan karena situasi dari pihak Bali United terkait jadwal perjalanan mereka. Suhu udara memang cukup tinggi dan cuacanya terasa sangat panas, padahal saya hanya berteriak di pinggir lapangan tanpa ikut berlari. Saya tahu pertandingan ini sangat berat bagi para pemain, tetapi tim lawan pun menghadapi kendala yang sama," tuturnya.
Meski begitu, secara keseluruhan Van Gastel mengaku puas dengan uji coba tersebut.
"Secara keseluruhan saya puas dengan cara bermain dan cara bertahan yang kami terapkan. Saya puas, dan untuk para pemain yang tampil di babak akhir," kata dia.
Mantan juru taktik NAC Breda itu melanjutkan, dalam agenda uji coba lainnya, dia menurunkan pemain yang sebelumnya dimainkan hanya di babak tambahan. Strategi itu demi menjaga keseimbangan dan kebugaran para penggawa Laskar Mataram.
"Pada pertandingan berikutnya, giliran para pemain lain yang akan bermain selama 90 menit penuh. Hal ini penting agar mereka juga mendapatkan menit bermain yang sama. Tentu saja akan menjadi tantangan bagi mereka untuk bermain penuh selama 90 menit, seperti halnya para pemain yang tampil hari ini. Namun, itulah yang saat ini mereka butuhkan," tuturnya.

Komentar Terbanyak
Pilu Siswi SMP Jogja Dilecehkan Pegawai Sekolah di Ruang UKS
Teror Anjing Liar di Playen Gunungkidul Jadi Atensi
View Laut Dab! JJLS Kelok 23 Penghubung Bantul-Gunungkidul Segera Dibuka