Faktor Van Gastel di Balik Gabungnya Jebolan Akademi Real Madrid ke PSIM

Faktor Van Gastel di Balik Gabungnya Jebolan Akademi Real Madrid ke PSIM

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 15 Agu 2026 18:31 WIB
Striker PSIM Jogja,  Adrian Dalmau
Striker PSIM Jogja, Adrian Dalmau (Foto: Dok. PSIM)
Jogja -

Adrian Dalmau resmi bergabung dengan PSIM Jogja. Pemain jebolan akademi Real Madrid itu menyebut pelatih Jean-Paul van Gastel menjadi salah satu faktor yang membuatnya yakin menerima tawaran Laskar Mataram.

Adrian mengatakan dirinya memang ingin mencoba pengalaman baru di luar Eropa dan menjajal atmosfer sepak bola Asia. Ketertarikan PSIM kepadanya kemudian semakin meyakinkan Adrian untuk bergabung.

"Saya memang sudah terpikir untuk mencoba pengalaman baru di luar Eropa, mencoba bermain di Asia. Indonesia adalah negara yang sangat ingin saya coba untuk mendapatkan pengalaman di sini. PSIM menunjukkan banyak ketertarikan dan kepercayaan kepada saya," kata Adrian kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ketertarikan dari PSIM, sosok Van Gastel turut menjadi pertimbangan Adrian. Keduanya sempat berbincang sebelum Adrian menentukan pilihannya.

"Kemudian saya melihat timnya, terutama pelatih. Dia menunjukkan ketertarikan yang besar dan sudah mengenal saya sejak saya berada di Belanda. Selain itu, ada banyak pemain internasional di sini, jadi saya pikir proses adaptasi akan lebih mudah bagi saya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Adrian yang pernah masuk jajaran top skor Eredivisie musim 2018/2019 itu menyebut percakapannya dengan Van Gastel berlangsung positif. Ia juga merasa sang pelatih memahami karakter serta gaya bermainnya.

"Ya, kami sempat bertemu sebelumnya. Kami melakukan percakapan yang bagus dan hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat saya mengambil keputusan. Dia mengenal saya sejak periode saya bermain di Eredivisie," tutur Adrian.

"Saya juga tahu bahwa latihan dan gaya bermain yang diterapkan akan mirip dengan yang ada di sana, sehingga bagi saya lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya bermain saya," sambungnya.

Meski Van Gastel menjadi salah satu faktor dalam keputusannya, Adrian mengaku sebelumnya belum mengenal sang pelatih secara pribadi. Ia hanya mengetahui rekam jejak Van Gastel yang juga pernah berkarier di Belanda.

"Belum sebelumnya. Saya tahu dia juga pernah berada di Belanda pada periode yang sama dengan saya, tetapi saya belum pernah mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya. Namun, kami melakukan percakapan yang menyenangkan dan seperti yang saya katakan, dia menjadi salah satu faktor yang membuat saya memutuskan untuk datang ke sini," jelasnya.

Kini Adrian mulai menjalani proses adaptasi bersama PSIM. Pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Real Madrid tersebut mengaku sejauh ini prosesnya berjalan lancar.

"Ya, sangat bagus dan saya sejauh ini senang bisa berada di Jogja, bersama tim PSIM. Jadi, adaptasinya berjalan dengan baik dan saya sangat senang karena semuanya berjalan dengan baik dan cepat," ungkapnya.

Menurut Adrian, tantangan yang dirasakannya sejauh ini lebih banyak berkaitan dengan kondisi cuaca di Indonesia. Namun, ia menilai hal tersebut bukan kendala besar.

"Ya, termasuk beradaptasi dengan cuaca, kelembapan, dan udara panas. Tapi semuanya baik-baik saja. Saya juga bertemu dengan rekan-rekan setim dan orang-orang di sekitar tim. Jadi, sejauh ini sangat bagus," pungkasnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads