Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi, mundur dari kursi Ketua Umum Partai Ummat. Meski begitu, Ridho tetap menjadi kader aktif.
"Mas Ridho tetap sebagai kader dan anggota majelis syuro," kata Plt Ketua Umum Partai Ummat Ansufri ID Sambo kepada wartawan, dilansir detikNews, Rabu (2/9/2026).
Sambo mengungkap Ridho mundur sebagai ketum karena kondisi kesehatannya dan kesulitan membagi waktu antara tugas di partai dan eksternal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berumur setahun. Yang kedua-keduanya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang full," jelasnya.
Disebutkan selama setahun terakhir, Ridho sering bolak-balik Jakarta dan Jogja untuk menjalani tugasnya itu. Hal tersebut dinilai mempengaruhi kondisi kesehatannya.
Selain itu, keputusan mundur sebagai ketum partai disebut sudah dipikirkan matang. Ridho sempat berkonsultasi dengan Amien Rais.
"Alasan kedua, karena dua tanggung jawab yang besar itu akhirnya berdampak pada kesehatan beliau menjadi sering sakit. Alasan Ketiga juga hasil renungan beliau dan juga hasil konsultasi beliau dengan Pak Amien dan keluarga dan juga konsultasi dengan Sekretaris Majelis Syuro," tambahnya.
Sambo berharap kepemimpinan Partai Ummat mendatang akan lebih baik. Sambo ingin partai tetap solid dan senantiasa bekerja sama.
"Mari kita menatap ke depan dengan bekerja dan berjuang dengan lebih baik, lebih solid dan lebih bekerja sama diantara kita. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan, bimbingan dan Rahmatnya kepada kita semua," kata Sambo.
