Kondisi 6 Mahasiswa Korban Kericuhan Saat Aksi di Simpang Sudirman Jogja

Kondisi 6 Mahasiswa Korban Kericuhan Saat Aksi di Simpang Sudirman Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 02 Sep 2026 16:56 WIB
Aksi massa di simpang Jalan Jenderal Sudirman Jogja ricuh, Selasa (1/9/2026).
Aksi massa di simpang Jalan Jenderal Sudirman Jogja ricuh, Selasa (1/9/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Enam mahasiswa mengalami luka usai menjadi korban kericuhan saat aksi di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman Selasa (1/9) malam. Begini kondisinya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan para mahasiswa itu sempat dirawat di rumah sakit usai mengalami luka. Namun, seluruhnya telah pulang dari RS Panti Rapih siang ini.

"Dan alhamdulillah sampe jam setengah satu sudah pulang kembali ke rumah masing-masing," ujar Hempri dalam jumpa pers di UGM, Sleman Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hempri menyebut 5 mahasiswa yang terluka merupakan mahasiswa UGM. Sedangkan 1 mahasiswa lainnya adalah mahasiswa UNY.

4 Mahasiswa UGM inisial NA, MM, MT dan SK disebut mengalami trauma, sesak napas, hingga luka robek di kening dan bibir.

ADVERTISEMENT

Kemudian ZF mahasiswa UGM mengalami luka memar di pelipis, perut, dan kepala belakang. Sedangkan mahasiswa UNY inisial MZ mengalami luka memar di pelipis.

"Saya lihat memang ada luka akibat pukul ya, di pelipis gitu ada yang kena pukulan. Kemudian juga yang mungkin ketendang juga kena tangan dan kaki," papar Hempri.

UGM Duga Ada Upaya Benturkan Mahasiswa dan Warga

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito, menyayangkan aksi damai mahasiswa berubah ricuh. Ia menduga ada upaya membenturkan mahasiswa dan warga.

"Saya rasa upaya membenturkan mahasiswa dengan kelompok-kelompok masyarakat itu bagian dari cara yang tidak boleh dilakukan, yang harus dilakukan sebetulnya adalah pemerintah merespons untuk memperbaiki kebijakan," kata Arie dalam jumpa pers di UGM, Rabu (2/9/2026).

"Saya khawatir ini akan menjadi model, kalau dibiarkan kekerasan ini bisa mengancam pada siapapun. Karena itu tidak ada toleransi untuk praktik-praktik kekerasan pada siapapun, pada mahasiswa, pada jurnalis, pada ormas apapun," imbuh Arie.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, Selasa (1/9) malam, ricuh. Aksi demonstrasi dari massa yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Sipil yang awalnya kondusif berubah menjadi kericuhan setelah adanya pihak yang berusaha membubarkan aksi.

Diwarnai dengan perundingan alot, kelompok warga menyerang massa aksi, hingga personil dalmas diterjunkan, akhirnya aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, dibubarkan paksa.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads