Asa PSIM Jogja untuk kembali berkandang di Stadion Mandala Krida tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengaku legawa apabila proses renovasi stadion membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui berbagai tahapan.
"Kami dari manajemen juga maunya kembali ke rumah sesungguhnya. Kita tahu bagaimana kerinduan teman-teman untuk pulang ke rumah. Tapi kalau untuk benar-benar musim depan, kayaknya belum bisa," ujar Liana kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Liana mengatakan, manajemen terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait rencana renovasi Mandala Krida. Menurutnya, proses tersebut memang tidak mudah karena pemerintah harus menjalankan seluruh tahapan administrasi dan birokrasi sesuai prosedur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat berterima kasih. Harapannya adalah betul-betul bisa direalisasikan. Tapi saya tahu bahwa pemerintah juga banyak hal yang enggak mudah. Contohnya apa? Birokrasi kan harus mereka lakukan secara benar. Anggaran terus administratif dan lain-lain pasti harus mereka jalankan sesuai prosedur masing-masing. Jadi, misalnya contoh ini mesti dicek dulu dari surat-surat dokumen-dokumen," ungkapnya.
"Ternyata misal dokumennya enggak tahu yang masih ada di KPK-lah, kan hal-hal itu bisa terjadi. Terus mereka gimana mau melangkah kalau enggak ada," sambungnya.
Sembari menunggu kejelasan renovasi Mandala Krida, PSIM kini memfokuskan perhatian untuk membenahi Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang akan kembali menjadi kandang tim pada musim depan. Pembenahan itu dilakukan demi memenuhi standar yang ditetapkan ILeague dan PSSI.
"Karena komitmen penuh dan cinta dengan klub ini dari manajemen kami sudah menganggarkan khusus untuk penambahan lampu sesuai dengan lux dari yang ditentukan oleh ILeague dan PSSI," katanya.
"Rumput kita rawat, perbaiki dan itu besar sekali anggarannya. Kami juga menganggarkan sendiri penambahan single seat. Kita lakukan apa pun buat PSIM yang terbaik karena itu kaitannya dengan licensing dan apabila tidak dipenuhi akan pengurangan poin. Jadi kita berkonsentrasi ke situ," jelasnya.
Liana juga mengajak seluruh suporter untuk tetap memberikan dukungan kepada PSIM meski belum bisa kembali bermain di Mandala Krida. Ia berharap dukungan tersebut diwujudkan dengan cara-cara yang positif.
"Tolong dukungannya saja. Dukungan moral buat kita sangat penting sekali. Harapannya teman-teman semua ayo kita sama-sama menjaga PSIM bersama," tuturnya.
"Jaganya gimana? Jangan ada rasa curiga lagi. Rasa saling harus memberikan aspirasi dengan cara yang negatif. Ayo kita menjadi benchmark suporter klub sepak bola yang luar biasa untuk nasional dengan memberikan aspirasi secara positif," pungkasnya.
Diketahui, Pemda DIY menarget bisa merenovasi Stadion Mandala Krida pada 2028. Sebab, masih ada berbagai administrasi yang diperlukan sebelum renovasi bisa dilakukan.
"Kalau musim ini belum memungkinkan (PSIM kembali ke MandalaKrida). Target kami sekarang menyelesaikan MC-0 dulu. Kalau MC-0 selesai tahun ini, kemudianDED tahun depan, kemungkinan pembangunanfisiknya baru dimulai pada 2028," kata Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Arfi Hidananto, kemarin.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman