Gelandang serang PSIM Jogja, Ze Valente, mengaku antusias menantikan Derby DIY antara PSS Sleman dan PSIM Jogja. Ia berharap rivalitas kedua tim berlangsung sehat.
Diketahui, PSS Sleman akhirnya promosi ke Super League pada musim ini setelah keluar sebagai kampiun Grup B Championship. Sementara PSIM mengakhiri Super League dengan finis di posisi 11.
"Saya pikir sejak Tragedi Kanjuruhan, para suporter sudah sepakat untuk menjaga perdamaian satu sama lain, 'Mataram is Love'. Saya harap itu bisa terus mereka tunjukkan musim depan sehingga rivalitas hanya terjadi di lapangan, bukan di luar lapangan," tegasnya saat dihubungi detikJogja, Minggu 924/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan ini akan sangat berarti bagi kedua kelompok suporter, dan saya berharap laga bisa digelar di Jogja karena itu akan menjadi tontonan yang luar biasa," lanjut Ze.
Tak Tutup Pintu Balik PSS
Lebih lanjut, Ze kemudian membahas mengenai PSS yang masih membekas di hatinya. Bahkan, dia tak menampik untuk kembali berseragam Super Elang Jawa (Elja), julukan PSS, musim depan.
Sebagai informasi, PSS merupakan klub pertama gelandang 32 tahun tersebut sejak memutuskan berkarier di Indonesia. Petualangannya di liga Indonesia berlanjut dengan memperkuat Persebaya Surabaya.
Bersama Bajul Ijo, Ze Valente sempat dipinjamkan ke Persik Kediri, sebelum dipermanenkan dan terbaru, dia berkostum Laskar Mataram, julukan PSIM, pada musim ini.
"PSS adalah klub pertama saya di Indonesia. Saya memiliki hubungan yang kuat dengan para fans karena bagaimana mereka selalu memperlakukan saya, begitu juga dengan klub," jelas Ze.
Ia mengaku senang karena Super Elja kini kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Ia tidak menutup peluang untuk balik ke Stadion Maguwoharjo, markas PSS.
"Mengenai masa depan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tetapi saya tidak akan pernah menutup pintu untuk kembali ke PSS," tuturnya.
(apu/dil)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja