PSBS Biak masih dilanda krisis internal terkait tunggakan para gaji karyawan. Kini, para pemain mengancam mogok bertanding di Super League Indonesia.
Dilansir detikSepakbola, para pemain PSBS telah menggelar pertemuan dengan manajer tim, staf ofisial, dan pelatih pada hari Selasa (5/5/2026) malam. Di sana, para pemain menyatakan enggan tampil melawan Dewa United FC jika hak mereka belum dibayarkan.
Manajer PSBS Alex Yarangga membenarkan adanya ancaman mogok dari para pemain buntut gaji ditunggak 4 bulan. Dia mengatakan akan berusaha menyelesaikan masalah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar. Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," kata Alex Yarangga.
"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," ujarnya menambahkan.
Pemain Minta Gaji Dilunasi
Dalam pertemuan internal itu, para pemain juga sepakat menyatukan suara dan meminta manajemen segera melunasi tunggakan gaji mereka.
Pemain senior PSBS Nelson Alom menegaskan tim tidak akan bermain sebelum hak mereka dibayar. "Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata Nelson.
Pemain juga meminta pemasukan klub diproritaskan untuk hak pemain. Tak hanya mengancam tak mau tanding, mereka juga menyatakan siap mogok latihan jika hingga Kamis (7/5) belum ada pembayaran dari manajemen.
"Oleh karena itu, menurut Nelson, para pemain saat ini telah bersepakat, jika pada hari Kamis (7/5) nanti manajemen tidak melunasi gaji. Maka para pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut."
"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain. Kami juga tidak mau Coach (Marian) Mihail kembali," ucap Nelson.
(afn/alg)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara