Candi Prambanan Terletak di Jogja atau Klaten? Ini Fakta dan Lokasi Pastinya

Candi Prambanan Terletak di Jogja atau Klaten? Ini Fakta dan Lokasi Pastinya

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Sabtu, 27 Des 2025 08:50 WIB
Candi Prambanan Terletak di Jogja atau Klaten? Ini Fakta dan Lokasi Pastinya
Ilustrasi Candi Prambanan. Foto: pvdberg/Pixabay
Jogja -

Banyak orang mengenal Candi Prambanan sebagai ikon wisata Jogja. Nama Jogja sudah telanjur melekat kuat setiap kali candi Hindu terbesar di Indonesia ini disebut. Namun, tidak sedikit wisatawan yang kemudian terkejut saat mengetahui bahwa sebagian kawasan Prambanan justru berada di wilayah Jawa Tengah.

Saat kamu datang ke kawasan wisata Candi Prambanan, kamu bisa masuk dari area Klaten, parkir di wilayah Jawa Tengah, tetapi berjalan kaki menuju bangunan candi utama yang secara administratif berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu kawasan, dua wilayah, dan dua provinsi yang bertemu dalam satu situs bersejarah.

Lalu sebenarnya, Candi Prambanan itu masuk Jogja atau Klaten? Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Mari kita simak fakta selengkapnya, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Bangunan utama Candi Prambanan berada di Sleman, DIY, tepatnya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.
  • Sebagian besar area pendukung kawasan wisata berada di Klaten, Jawa Tengah, termasuk parkir dan candi-candi lain seperti Candi Sewu.
  • Candi Prambanan berada dalam satu kawasan, dua provinsi, dengan batas wilayah yang ditandai patok hitam dan pengelolaan candi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Candi Prambanan Terletak di Jogja atau Klaten?

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi DIY, bangunan utama Candi Prambanan memang masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta secara administratif, tepatnya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Inilah alasan mengapa Candi Prambanan selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata di Jogja.

Namun, berdasarkan laporan detikJateng, kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan tidak hanya berada di Sleman. Sebagian area seluas sekitar 39 hektare justru masuk wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Batas kedua wilayah ini ditandai dengan sebuah tugu atau patok hitam. Wilayah di barat patok masuk Sleman, sedangkan wilayah di timur patok masuk Klaten. Karena itulah, kompleks wisata Prambanan secara geografis dan administratif terbagi ke dalam dua provinsi.

Lebih rinci lagi, bangunan candi utama Prambanan berada di wilayah DIY, sementara area pendukung seperti lapangan, lokasi parkir, pasar cenderamata, serta candi-candi lain seperti Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung berada di wilayah Klaten.

Pengelolaannya pun terbagi. Candi Prambanan dirawat oleh BPCB DIY, sedangkan Candi Sewu dan candi-candi di sekitarnya ditangani BPCB Jawa Tengah. Jadi, jawaban paling tepat adalah Candi Prambanan berada di Jogja dan Klaten sekaligus, dengan fungsi dan wilayah yang berbeda dalam satu kawasan wisata yang sama.

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Meski begitu, sampai sekarang belum ada kepastian tunggal tentang kapan persisnya kompleks ini didirikan dan siapa yang pertama kali memerintahkan pembangunannya. Namun, banyak kajian mengarah pada dugaan kuat bahwa Prambanan mulai dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yakni Raja Balitung Maha Sambu.

Dugaan tersebut ditopang oleh keberadaan Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar kawasan Prambanan dan kini tersimpan di Museum Nasional, Jakarta. Prasasti bertahun 778 Saka atau 856 M itu dibuat pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Dari sini, para peneliti melihat bahwa Prambanan sudah menjadi proyek besar yang penting pada periode tersebut, sekaligus menjadi penanda kuat perkembangan agama dan kekuasaan Hindu pada masa itu.

Di balik angka-angka dan prasasti itu, Prambanan tetap menghadirkan pengalaman yang terasa hidup. Kompleks ini bukan hanya menyimpan cerita tentang kerajaan dan dinasti, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat pada zamannya membangun ruang suci yang rapi, berlapis, dan penuh makna. Karena itu, ketika kamu datang, yang terasa bukan sekadar melihat bangunan tua, melainkan menyaksikan jejak peradaban yang pernah sangat maju.

Mengenal Area Candi Prambanan

Secara tata ruang, kompleks Candi Prambanan disusun dengan bentuk dasar persegi panjang. Dari denah aslinya, kawasan ini terbagi menjadi satu halaman luar dan tiga pelataran utama yang berlapis dari luar ke dalam.

Tiga pelataran itu adalah Jaba sebagai pelataran luar, Tengahan sebagai pelataran tengah, dan Njeron sebagai pelataran dalam. Susunan berlapis ini membuat perjalanan di kawasan candi terasa seperti masuk semakin jauh menuju area yang dianggap makin suci.

Pelataran luar merupakan area terbuka yang mengelilingi bagian dalam kompleks. Bentuknya bujur dan luasnya sekitar 390 meter persegi. Dahulu, area ini dipagari batu, tetapi sekarang yang tersisa sebagian besar hanya reruntuhan. Saat ini pelataran luar tampak seperti ruang kosong yang lapang, dan sampai sekarang belum benar-benar diketahui apakah dulu ada bangunan atau elemen hias lain yang berdiri di sana.

Setelah melewati pelataran luar, kamu akan masuk ke pelataran tengah yang bentuknya persegi panjang dengan luas sekitar 222 meter persegi. Bagian ini tersusun seperti teras berundak yang makin ke dalam makin tinggi. Di teras paling bawah, ada deretan 68 candi kecil yang mengitari area, lalu terbagi oleh jalan yang menghubungkan pintu-pintu masuk.

Di teras kedua terdapat 60 candi kecil, di teras ketiga ada 52 candi, dan di teras keempat atau paling atas ada 44 candi. Pola ini memberi kesan bahwa pelataran tengah adalah "lapisan peralihan", semacam pengantar sebelum mencapai pusat kesakralan.

Paling dalam adalah pelataran dalam, yang posisinya paling tinggi dan dipandang sebagai area paling suci. Denahnya persegi empat dengan luas sekitar 110 meter persegi, dan ketinggiannya kurang lebih 1,5 meter dari permukaan teras teratas pelataran tengah.

Pelataran ini dikelilingi turap dan pagar batu. Di setiap sisi terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa, yang menegaskan bahwa ruang ini memang dirancang sebagai inti kompleks, tempat sakralitas mencapai puncaknya.

Informasi Wisata Candi Prambanan

Apakah kamu tertarik untuk berwisata ke Candi Prambanan, detikers? Yuk, simak informasi wisatanya yang dikutip dari laman resmi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko.

1. Alamat dan Akses Transportasi

Alamat Candi Prambanan
Jl. Raya Solo-Jogja, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Prambanan berada di KM 16 Jalan Raya Solo-Jogja dan dapat diakses dengan berbagai moda transportasi. Berikut ini sejumlah pilihannya.

Dari Stasiun Kereta Api Yogyakarta (Tugu)

Dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan kawasan Malioboro tersedia banyak taksi dan layanan rental mobil. Jika menggunakan transportasi umum, kamu bisa menaiki bus Trans Jogja jalur 1A dari Halte Mangkubumi yang berada tidak jauh dari stasiun.

Dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)

Di area bandara tersedia bus DAMRI, layanan shuttle seperti SatelQu, serta kereta api bandara. Jika memilih kereta, kamu bisa naik KA Bandara atau Prameks dari Stasiun Wojo menuju Kota Jogja, lalu melanjutkan perjalanan ke Prambanan. Bila menggunakan kendaraan online atau taksi, jarak tempuh dari YIA ke Prambanan sekitar 64 kilometer.

Bus dari Kota Jogja

Bus Trans Jogja jalur 1A melayani rute langsung ke Prambanan. Bus ini dapat dinaiki dari Halte Mangkubumi, Malioboro, atau Terminal Giwangan. Dari Terminal Giwangan juga tersedia bus antarkota jurusan Solo yang melewati kawasan Prambanan.

Kendaraan Pribadi

Akses menggunakan kendaraan pribadi tergolong mudah. Kamu bisa melalui Jalan Raya Solo-Jogja, baik dari jalan lingkar luar Jogja maupun dari pusat kota melalui Jalan Laksda Adisutjipto. Lokasi Candi Prambanan berada di sisi utara jalan utama.

2. Jam Operasional

Candi Prambanan buka setiap hari dengan jam kunjungan sebagai berikut:

Pukul 06.30-17.30 WIB

Disarankan datang pada pagi hari untuk menikmati suasana yang lebih sejuk atau menjelang sore untuk pencahayaan yang lebih nyaman.

3. Harga Tiket Masuk

Tiket Wisatawan Nusantara (per orang, sekali masuk)

  • Hari Biasa (Weekdays)
  • Usia 10 tahun ke atas: Rp 50.000
  • Usia 3-10 tahun: Rp 25.000

Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional

  • Usia 10 tahun ke atas: Rp 65.000
  • Usia 3-10 tahun: Rp 35.000

Paket Pelajar

Tarif khusus untuk rombongan pelajar atau mahasiswa dengan surat pengantar resmi dari sekolah atau universitas.

  • Harga Rp 25.000 per orang
  • Minimal 20 orang

Paket Terusan

Paket ini cocok bagi pengunjung yang ingin menjelajahi lebih dari satu destinasi wisata candi.

Prambanan-Borobudur

  • Usia 10 tahun ke atas: Rp 75.000
  • Usia 3-10 tahun: Rp 35.000

Prambanan-Ratu Boko

  • Usia 10 tahun ke atas: Rp 85.000
  • Usia 3-10 tahun: Rp 40.000

Jadi, sudah tahu kan bahwa Candi Prambanan terletak di Klaten dan Jogja sekaligus. Semoga bermanfaat!




(par/par)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads