Cantiknya Curug 'Ukuran Saset' dengan Gua Alami di Krembangan Kulon Progo

Cantiknya Curug 'Ukuran Saset' dengan Gua Alami di Krembangan Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikJogja
Minggu, 30 Nov 2025 11:08 WIB
Suasana objek wisata Goa Kebon, di Krembangan, Panjatan, Kulon Progo, Minggu (30/11/2025).
Suasana objek wisata Goa Kebon, di Krembangan, Panjatan, Kulon Progo, Minggu (30/11/2025). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja
Kullon Progo -

Jika biasanya air terjun (curug) memiliki ukuran tinggi dan megah, destinasi wisata Goa Kebon di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru menawarkan daya tarik yang berbeda. Curug ini berukuran mini dan terhubung dengan sebuah gua alami di bawahnya, sehingga menjadikannya tujuan wisata yang unik.

Goa Kebon dikenal sebagai wisata alam yang menyimpan keindahan tersembunyi. Letaknya di area perkebunan yang berada di wilayah Krembangan, Kulon Progo atau berjarak sekitar 27 km dari pusat Kota Jogja.

Keunikan utama Goa Kebon terletak pada perpaduan antara elemen air dan batu. Tempat ini merupakan air terjun kecil dengan ketinggian tidak sampai 50 meter. Adapun di bawahnya terdapat rongga seperti gua sehingga menciptakan pemandangan yang langka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, jadi ini merupakan air terjun yang di bawahnya itu ada gua-nya, tapi tidak terlalu besar dan cukup unik," kata Mat Nurhadi, selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Tirta Wiyata Goa Kebon, saat ditemui di lokasi, Minggu (30/11/2025).

ADVERTISEMENT

Nurhadi, mengatakan Goa Kebon sudah ada sejak lama dan terbentuk secara alami. Termasuk gua yang berada di aliran air terjun, juga merupakan hasil karya alam, bukan tangan manusia.

"Memang dari dulu sudah ada dan bukan merupakan suatu gua buatan, tapi benar-benar gua alami," ujarnya.

Selain keunikan strukturnya, Goa Kebon juga unggul dalam hal sumber air. Air yang mengalir di sini berasal dari resapan alam sekitar yang kaya akan batu kapur. Batu kapur ini berperan sebagai penampung air alami, menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

"Meskipun (ukuran air terjun) kecil, tapi tidak pernah kering itu, tetap ada terus. Untuk sumber airnya dari batu kapur yang menyimpan air di atas sana," papar Nurhadi.

Suasana objek wisata Goa Kebon, di Krembangan, Panjatan, Kulon Progo, Minggu (30/11/2025).Suasana objek wisata Goa Kebon, di Krembangan, Panjatan, Kulon Progo, Minggu (30/11/2025). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

Meskipun sudah ada sejak lama, upaya pengelolaan yang lebih serius terhadap Goa Kebon baru dimulai sekitar tahun 2012 oleh para pemuda Karang Taruna setempat. Ketika itu kaum muda melakukan pembersihan dan penataan lokasi yang sempat terbengkalai.

"Sekitar tahun 2012 itu kita mulai pembersihan lokasi yang dulunya tidak dikelola dengan baik. Dari awal itu kita mulai kelola, dari anak-anak Karang Taruna," jelasnya.

Kini, pengelola sedang mengembangkan Goa Kebon menjadi desa wisata, melengkapi fasilitas yang sudah ada sebelumnya, seperti area outbound dan camping ground. Goa Kebon sendiri biasanya ramai dikunjungi pada hari Sabtu dan Minggu, menjadikannya pilihan sempurna bagi keluarga atau petualang ringan yang ingin menikmati keindahan alam unik dengan suasana yang masih asri.

Untuk menikmati keunikan curug dan gua alam ini, wisatawan hanya dikenakan tarif yang sangat terjangkau. Tiket masuknya sebesar Rp 3.000 dan parkir Rp 2.000.




(ahr/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads