Dirlantas Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Kurangi Beban Jembatan Kewek

Dirlantas Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Kurangi Beban Jembatan Kewek

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 30 Nov 2025 13:21 WIB
Jembatan Kewek, Jogja, Rabu (19/11/2025) sore.
Jembatan Kewek Jogja. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jakarta -

Kondisi Jembatan Kewek di Danurejan, Kota Jogja, yang sudah kritis memaksa pemerintah dan kepolisian memutar otak untuk mengurangi beban kendaraan yang melintas di atas jembatan. Beberapa rekaya lalu lintas (Lalin) pun disiapkan.

Diketahui, Jembatan Kewek kerap menjadi akses utama ke kawasan Malioboro dari utara. Tak hanya kendaraan pribadi, kendaraan besar seperti bus wisata juga kerap melintasi jembatan Kewek.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Yuswanto Ardi memaparkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memikirkan rekayasa lalin baru mengurangi beban Jembatan Kewek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya juga telah melakukan pantauan lapangan dengan Dinas Perhubungan Kota Jogja dan Satlantas Polresta Jogja. Dari situ diputuskan, akan dilakukan perekayasaan lingkungan lebih dulu.

ADVERTISEMENT

"Yaitu berupa pemasangan rambu-rambu tambahan, kemudian juga penyesuaian pulau-pulau jalan, sambil juga kita akan melakukan penyesuaian flow arus lalu lintas yang ada di Simpang Empat Gramedia," papar Ardi saat ditemui di Kompleks Kepatihan kota Jogja, Minggu (30/11/2025).

Adapun rekayasa lalin yang disiapkan, diterangkan Ardi, yakni dengan memusatkan lalu lintas ke jalan Jendral Sudirman ke arah timur. Selama ini, jika terjadi penumpukan kendaraan di simpang Kewek, kendaraan akan diarahkan memutar di simpang Kridosono.

"Sehingga ini tentunya akan merubah pola pergerakan masyarakat. Masyarakat nanti tidak lagi masuk melalui Jalan Margo Utomo, tetapi pasti nanti masyarakat akan melewati di Simpang Gramedia ke arah selatan, Itu nanti akan menjadi tulang punggung, tumpuan arus lalu lintas yang akan menuju ke Malioboro," paparnya.

Dengan rekayasa ini, beban lalu lintas di simpang Kridosono pasti akan berlebih. Jika itu terjadi, maka dari simpang Gramedia jalan Jendral Sudirman, kendaraan akan diarahkan ke timur sampai simpang Galeria.

Padahal, diketahui jalan Jendral Sudirman dari simpang Gramedia ke simpang Galeria berlaku satu arah dari timur ke barat. Dengan skema baru yang disiapkan, Ardi mengatakan, bukan tidak mungkin jalan itu akan berlaku dua arah.

"Nanti di depan Bethesda bisa dua arah. Sekarang kita tidak lagi bisa mengandalkan Jalan Margo Utomo untuk mengarah ke Malioboro," beber Ardi.

"Karena kalau lewat Margo Utomo sampai Stasiun Tugu belok kiri, di Kleringan nggak bisa kanan, dia lurus lagi terus, mutar lagi Kridosono. Daripada mutar-mutar, kan langsung saja ambil dari Simpang Gramedia ke selatan. Nah, di situlah yang harus direkayasa," sambungnya.

Dengan begitu, pola pergerakan arus lalu lintas yang menuju ke Malioboro itu tidak lagi bertumpu pada simpang Kleringan. Namun, jalur barat di simpang Kleringan masih bisa digunakan karena tidak melewati jembatan Kewek.

Lebih lanjut Ardi menjelaskan, pada rekayasa lalin baru yang bertumpu di simpang Galeria, kendaraan akan diarahkan ke selatan menuju fly over Lempuyangan. Kemudian diarahkan ke jalan Dr Sutomo menuju sisi selatan Malioboro.

Rekaya ini lah yang disiapkan untuk bus-bus pariwisata. Apalagi bus-bus wisata yang datang dari timur, kata Ardi, bus langsung diarahkan ke selatan sesampainya di simpang Galeria.

"Misalkan bus-bus dari arah Solo, melalui Jalan Solo, nanti di Simpang Galeria kita arahkan belok kiri. Terus nanti naik flyover Lempuyangan, terus nanti ada perempatan Dr Sutomo belok kanan. Nah, nanti di jalan Dr Sutomo juga kita bikin satu arah juga," ungkapnya.

Meski begitu, Ardi mengonfirmasi rekayasa lalin itu masih belum akan diberlakukan. Ditargetkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), rekayasa itu sudah disepakati dan bisa diberlakukan.

"Kita menunggu konfirmasi dari Dinas Perhubungan Kota, karena yang saya sampaikan di awal tadi, sedang ada rekayasa penyesuaian rambu, kemudian pulau jalan, yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan," terangnya.

"Tapi target sebelum Perayaan Natal dan Tahun Baru itu sudah selesai. Ya, jadi akan ada perubahan pola arus yang jelas di Yogyakarta," pungkasnya.




(ahr/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads