8 Cara Membedakan Kurma Asli Tanpa Gula Tambahan dan yang Palsu, Ini Tipsnya

8 Cara Membedakan Kurma Asli Tanpa Gula Tambahan dan yang Palsu, Ini Tipsnya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 01 Mar 2026 13:13 WIB
Date fruit in wood bowl on placemat, Dried date palm fruits top view
Ilustrasi kurma. Foto: Getty Images/sorrapong
Jogja -

Masalah umum yang selalu ramai dibahas ketika Ramadan tiba adalah kemunculan kurma palsu atau kurma dengan tambahan pemanis. detikers mesti mengetahui tips-tips membedakannya agar tidak tertipu.

Kurma adalah buah berbentuk lonjong mirip tabung dengan warna kuning kecokelatan sampai hitam. Buah yang pada dasarnya memiliki rasa manis ini menyimpan banyak manfaat kesehatan. Dilansir Healthline, kurma adalah sumber serat yang bagus. Di samping juga merupakan gudang kalium, magnesium, zat besi, dan copper.

Demi mempercantik penampilan kurma berkualitas rendah, oknum-oknum tak bertanggung jawab sengaja menambahkan sirup glukosa. Hasilnya, kurma tampak lebih menarik sekaligus lebih manis ketimbang buah natural tanpa penambahan bahan tertentu. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, bagaimana cara membedakan kurma asli dari kurma palsu yang diberi pemanis tambahan? detikers dapat menerapkan tips-tips yang telah detikJogja rangkumkan di bawah ini!

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Kurma palsu adalah kurma dengan tambahan pemanis.
  • Di antara ciri kurma palsu adalah mengkilap, lengket, berbau kuat, dan dikerubungi semut.
  • Di antara cara membedakan kurma asli dan palsu adalah mengecek konsistensi rasa manis buah, memeriksa rasa manis di bagian permukaan, menguji tekstur daging kurma, dan memeriksa komposisi produk.

Cara Membedakan Kurma Asli dan Palsu

1. Lihat Mengkilap Tidaknya Kurma

Tips pertama diberikan oleh Profesor Nugraha Edhi Suyatma, pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurutnya, kurma yang telah dibalur sirup glukosa terlihat lebih mengkilap dibanding kurma asli.

"Memberikan efek kilap sehingga kurma tampak lebih segar, membantu mempertahankan kelembapan permukaan sehingga kulit kurma tidak mudah retak atau pecah," ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (26/2/2026), dikutip dari detikHealth.

2. Cek Komposisi Produk

Prof Nugraha menyarankan detikers untuk mengecek label komposisi produk sebelum menjatuhkan pilihan. Sebisa mungkin, pilih produk yang hanya mencantumkan bahan kurma saja. Namun, produk semacam ini sering kali lebih mahal.

3. Rasakan Konsistensi Manisnya

Seperti telah disinggung sekilas, kurma pada dasarnya memiliki rasa manis. Meskipun, memang tingkat kemanisannya berbeda-beda antarvarietas. Kurma yang disebut-sebut sebagai varietas termanis adalah sukkari. Secara harfiah, namanya berarti manis.

Kurma yang telah diberi gula sehingga tidak lagi asli, tidak konsisten rasa manisnya. Bisa jadi, kurma pertama manis, tetapi yang kedua tidak terlalu, sedangkan yang ketiga justru terlalu manis.

"Ada varian kurma madu dari Mesir yang sangat manis secara alami. Namun, rasa manisnya konsisten. Kurma yang diberi pemanis tidak memiliki konsistensi rasa manis yang sama," terang Ivan, seorang penjual kurma, di laman The Straits Times.

4. Periksa Ketertarikan Semut

Metode lain untuk membedakan kurma asli tanpa gula dengan kurma berpemanis adalah meletakkannya di tempat terbuka. Lihat apakah ada semut yang coba mendatangi buah penuh manfaat itu. Apabila kurma telah diberi pemanis, maka semut akan datang dengan sendirinya.

5. Temukan Rasa Manis di Bagian Luar

Salah satu cara paling sederhana tapi sering luput dilakukan untuk membedakan kurma asli dan kurma berpemanis adalah dengan menguji rasa di permukaan luarnya. Kurma asli memang manis, tetapi rasa legit itu tersimpan di bagian dalam, bukan permukaan luar.

Di sisi lain, kurma berpemanis akan langsung terasa manis begitu lidah menyentuh bagian luarnya. Rasa manisnya pun beda, terasa tajam dan instan. Kurma yang memiliki karakteristik demikian patut dicurigai telah dimodifikasi.

6. Perhatikan Lengket Tidaknya Kurma

Ciri lain yang harus diwaspadai adalah: lengket. Kurma asli dengan kematangan normal umumnya terasa kering atau hanya sedikit lembap di permukaan sehingga saat disentuh tidak meninggalkan rasa lengket berlebihan di jari.

Memang benar bahwasanya ada kurma yang lembut. Namun, ketika disentuh, rasa lembut itu tetap terasa asli, bukan lengket layaknya diberi tambahan. Di sisi lain, kurma palsu yang telah direndam atau dilapisi sirup gula benar-benar terasa lengket.

"Selain itu, perlu diperhatikan tampilan dan tekstur: kurma yang terlalu lengket atau sangat mengkilap kemungkinan telah diberi coating sirup," terang Prof Nugraha.

7. Cium Baunya

Diringkas dari Times of India, kurma asli mengeluarkan bau manis yang menyegarkan. Sementara itu, kurma palsu memiliki bau terlalu kuat. Adapun kurma busuk, baunya tentu tidak sedap.

8. Tekan Daging Kurma dengan Jari

Cara mendeteksi kurma palsu kedelapan adalah menekan-nekan dagingnya. Ketika ditekan perlahan, kurma asli tetap lembut dan lentur. Di sisi lain, kurma palsu mungkin terasa keras sekaligus terlalu lengket akibat lapisan pemanisnya.

Kurma asli akan kembali ke bentuk semula setelah ditekan, pertanda seratnya masih utuh dan kadar airnya seimbang. Kurma palsu di lain pihak tidak elastis karena sudah 'dimanipulasi'. Teksturnya bisa jadi kaku atau justru terlalu lembek.

Nah, itulah 8 cara membedakan kurma asli dan kurma palsu berpemanis yang bisa detikers terapkan. Semoga bermanfaat!

FAQ Cara Membedakan Kurma Asli dan Palsu

Apa ciri-ciri kurma palsu?

Rasa manis berlebihan, tekstur terlalu lembek atau keras, bau kuat, dan dikerubungi semut adalah beberapa ciri kurma palsu. Palsu dalam artian sudah diberi bahan tambahan.

Apakah kurma asli dikerubungi semut?

Tidak, kurma asli tidak akan disemuti. Hal ini membantu untuk membedakan buah asli dan palsu.

Apa saja karakteristik kurma berkualitas?

Kurma berkualitas umumnya memiliki warna alami cerah sesuai jenisnya, tekstur daging tebal dan lembut, rasa manis seimbang, kulit mulus tidak banyak keriput atau pecah, aroma segar alami, serta bebas jamur, bau apek, dan kotoran.




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads