Cara Mencuci Kurma yang Benar dan Aman Sebelum Dimakan

Cara Mencuci Kurma yang Benar dan Aman Sebelum Dimakan

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Sabtu, 28 Feb 2026 17:30 WIB
Kurma
Kurma. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Kurma telah lama menjadi buah favorit masyarakat, terutama saat memasuki bulan Ramadan. Teksturnya yang legit dan rasa manis alaminya membuat buah ini menjadi sumber energi yang instan. Namun, muncul sebuah pertanyaan yang sering diperdebatkan, apakah kurma harus dicuci sebelum dimakan?

Mengingat kurma melewati proses distribusi yang panjang, kebersihan buah ini tentu menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Mencuci kurma bukan sekadar membersihkan debu, melainkan juga langkah untuk memastikan buah ini aman dari residu zat kimia.

Meski terlihat bersih di dalam kemasan, permukaan kurma bisa saja terkontaminasi selama proses pemanenan maupun pengemasan. Oleh karena itu, memahami teknik pembersihan yang tepat sangat krusial agar kualitas dan rasa kurma tetap terjaga. Yuk, simak cara mencucinya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Gunakan air bersih mengalir untuk meluruhkan pestisida dan debu, namun jangan gunakan air bekas cucian berulang kali.
  • Hanya cuci kurma yang akan langsung dimakan karena kelembapan air sisa bisa memicu pertumbuhan jamur pada sisa stok.
  • Segera keringkan kurma dengan tisu atau kain bersih setelah dicuci agar tekstur kulit tidak terkelupas dan rasa tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Cara Mencuci Kurma yang Benar dan Aman Sebelum Dimakan

Dikutip dari laman FSDA dan Ariha, berikut adalah panduan lengkap mengenai cara mencuci dan menangani kurma agar aman dikonsumsi tanpa merusak teksturnya.

1. Cuci dengan Air Mengalir

Langkah paling dasar untuk membersihkan kurma adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Menurut saran dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA), sangat penting untuk mencuci kurma dengan air mengalir guna mengurangi residu pestisida serta zat kimia yang mungkin menempel. Pastikan air mengalir ke seluruh permukaan buah secara merata agar kotoran yang terselip di lipatan kulit kurma bisa terangkat.

Satu hal penting yang sering diabaikan adalah penggunaan air berkali-kali. SFDA menekankan agar kita tidak menggunakan air bekas cucian untuk mencuci kurma lainnya. Air yang sudah digunakan berisiko mengandung sisa kotoran atau mikroorganisme yang justru bisa mencemari buah lain. Cukup bilas dengan cepat namun menyeluruh, lalu segera tiriskan agar air tidak meresap ke dalam daging buah.

2. Langsung Keringkan Kurma Setelah Dicuci

Setelah proses pencucian selesai, kurma tidak boleh dibiarkan basah dalam waktu lama. Kelembapan adalah musuh utama kurma kering karena air yang meresap bisa mengubah tekstur buah menjadi lembek.

Segera keringkan kurma menggunakan tisu dapur atau kain bersih yang kering. Jika kurma dibiarkan dalam keadaan basah, rasa manis alaminya bisa sedikit hambar dan kulitnya mungkin akan terkelupas.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk hanya mencuci kurma yang akan langsung dimakan saja. Mencuci seluruh stok kurma sekaligus lalu menyimpannya kembali sangat tidak dianjurkan. Sisa air yang terjebak di dalam kemasan akan memicu pertumbuhan jamur dan membuat kurma cepat busuk.

3. Alternatif Membersihkan dengan Cara Dilap

Tidak semua jenis kurma harus dicuci dengan air, terutama jika kurma tersebut berasal dari produsen yang sudah menerapkan standar higienis yang sangat ketat. Beberapa merek kurma dipanen saat matang sempurna dan langsung dibungkus jaring pelindung untuk mencegah kontak dengan serangga. Dalam proses produksinya, kurma ini sudah melalui tahap fumigasi dan pembersihan udara secara alami.

Untuk jenis kurma berkualitas tinggi seperti ini, membersihkan dengan cara menyeka menggunakan kain kering atau tisu sudah cukup. Cara ini sangat aman untuk menjaga tekstur kenyal dan rasa karamel yang kaya pada kurma jenis Tamr. Jika tidak terlihat kotoran yang menempel secara nyata, metode lap kering ini lebih dipilih agar konsentrasi gula alami di dalamnya tetap terjaga dan tidak terkontaminasi kelembapan tambahan.

4. Simpan dengan Benar Setelah Dibersihkan

Jika ingin menjaga kurma tetap awet dalam jangka panjang, metode penyimpanan sangat menentukan. SFDA menyebutkan bahwa pembekuan (freezing) adalah cara terbaik untuk mengawetkan kurma. Suhu rendah bekerja sangat efektif dalam membunuh atau mengurangi pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, pembekuan membantu mengurangi proses oksidasi yang bisa merusak rasa.

Jika hanya untuk dikonsumsi harian, kurma bisa disimpan di dalam lemari es (pendingin) dalam wadah tertutup rapat. Wadah yang tepat akan mencegah uap air keluar dan melindungi kurma dari paparan kelembapan berlebih di dalam kulkas. Dengan cara ini, kurma bisa bertahan selama beberapa minggu hingga tiga bulan. Untuk penyimpanan di suhu ruang, pastikan area tersebut kering dengan suhu sekitar 25 derajat Celcius agar kurma bisa bertahan hingga satu tahun.

Apa Risiko Jika Kurma Tidak Dicuci atau Dibersihkan?

Mengapa kita harus waspada terhadap kebersihan kurma? Menurut FSDA, kurma dapat terkontaminasi oleh beberapa faktor, mulai dari zat kimia hingga mikroorganisme. Residu pestisida, logam berat, atau logam beracun adalah risiko kimia yang mungkin ada. Selain itu, ada risiko fisik seperti serpihan logam kecil atau debu pasir yang terbawa saat proses pengeringan di ruang terbuka.

Faktor biologi juga tidak kalah berbahaya. Pertumbuhan khamir (yeast) dan jamur sering terjadi jika kurma disimpan di tempat yang lembap. Mencuci atau menyeka buah ini merupakan langkah mitigasi untuk meminimalkan paparan benda asing tersebut sebelum masuk ke dalam tubuh. Pembersihan yang benar akan menjaga nutrisi hebat seperti kalium, magnesium, serat, dan berbagai vitamin tetap aman untuk diserap tubuh.

Menjaga kebersihan asupan nutrisi adalah kunci utama dalam menjalani ibadah yang sehat. Dengan cara pencucian yang tepat, manfaat hebat dari sebutir kurma akan terserap maksimal oleh tubuh tanpa ada risiko kesehatan yang mengintai.

FAQ

Bagaimana cara mencuci kurma yang benar?

Cara terbaik adalah dengan membilasnya di bawah air bersih yang mengalir secara singkat agar kotoran di lipatan kulit terangkat. Setelah itu, segera keringkan kurma menggunakan tisu dapur atau kain kering. Hindari merendam kurma terlalu lama karena bisa merusak tekstur daging buah dan membuatnya menjadi lembek.

Apakah kurma harus dicuci?

Ya, sangat disarankan untuk dicuci atau setidaknya dilap dengan kain bersih. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan residu pestisida, debu pasir, hingga kemungkinan adanya serangga kecil yang menempel selama proses pengeringan dan pengemasan. Mencuci kurma memastikan buah tersebut benar-benar aman dari kontaminasi zat kimia maupun fisik.

Kurma direndam air apa?

Jika tujuannya hanya untuk mencuci, kurma cukup dibasuh dengan air matang atau air bersih yang mengalir saja, tidak perlu direndam.




(sto/afn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads