Apakah Kurma Harus Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Makannya yang Benar

Apakah Kurma Harus Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Makannya yang Benar

Anindya Milagsita - detikJogja
Senin, 23 Feb 2026 11:14 WIB
Perbedaan khasiat kurma
Kurma. (Foto: Getty Images/Nungning20)
Jogja -

Kurma dan Ramadan ibarat kata tidak terlepaskan satu sama lain, yang mana setiap Ramadan kurma adalah salah satu camilan yang ramai dibeli oleh banyak orang. Menariknya, dalam kebiasaan menyantapnya ada anggapan yang menyebut kurma harus dicuci sebelum dimakan. Benarkah demikian?

Selayaknya buah yang sering kali kita santap sehari-harinya, kurma ada baiknya juga dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan. Hal ini dilakukan tentunya untuk menjaga kebersihan dari setiap butir yang akan disantap itu sendiri. Bukan hanya itu saja, kurma juga sering kali sudah melalui perjalanan yang cukup jauh, sehingga tidak ada salahnya mencucinya untuk memastikan tidak ada kotoran atau debu yang menempel.

Selain itu, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) juga memberikan anjuran serupa. Untuk lebih jelasnya, mari simak alasan di balik saran agar kurma dicuci sebelum dimakan lengkap dengan kandungan nutrisi dan waktu terbaik menyantapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Saudi Food and Drug Authority menyarankan kurma dicuci (idealnya dengan air hangat) untuk mengurangi residu, kotoran, atau mikroorganisme yang mungkin menempel di kulitnya.
  • Porsi ideal sekitar 2 butir atau sekitar 40 gram per hari. Kurma mengandung karbohidrat, serat, kalium, magnesium, dan antioksidan yang baik untuk energi dan pencernaan.
  • Bisa dijadikan camilan di antara waktu makan atau sebelum olahraga. Dalam Islam, kurma juga dianjurkan saat berbuka puasa, sebagaimana riwayat Anas bin Malik yang dicatat Abu Dawud dan Tirmidzi.

ADVERTISEMENT

Apakah Kurma Harus Dicuci Sebelum Dimakan?

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit sebelumnya, SFDA memberikan rekomendasi agar kurma dicuci terlebih dahulu sebelum disantap. Mengapa? Menurut laman Saudi Gazette, Saudi Food and Drug Authority atau Otoritas Makanan dan Obat Saudi memberikan saran agar mencuci kurma dengan air panas sebelum memakannya dengan alasan agar mengurangi residu yang mungkin saja menempel di bagian kulit luarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan kurma bisa saja terpapar oleh pertumbuhan mikroorganisme atau mungkin bahan kimia lainnya. Oleh karena itu, untuk memastikan kurma dalam kondisi yang bersih, maka bisa dilakukan proses pembersihan dengan menggunakan air panas.

Hal senada juga dijelaskan dalam buku 'Rahasia Medis dalam Alquran dan Hadis: Operasi Tanpa Luka' karya Abdel Daem Al-Kaheel, kurma untuk obat juga perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Termasuk saat kurma-kurma tersebut diberikan kepada anak-anak maupun orang lansia yang biasanya lebih rentan terkena masalah kesehatan.

Bahkan terdapat saran yang mana kurma bisa direndam terlebih dahulu dengan menggunakan air. Cara ini diharapkan dapat membuat kurma lebih mudah dicerma.

Untuk cara memakan kurma, terdapat anjuran menurut ajaran Islam dan dari segi kesehatan tersendiri yang mungkin bisa dijadikan sebagai rujukan. Apabila merujuk dari buku '1001 Cara Dahsyat Melatih Anak' oleh Bunda Nafisah Aulia, kurma dianjurkan untuk disantap dalam jumlah satu butir atau tiga butir saja setiap harinya. Sebab, kurma sudah mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah secukupnya saja.

Lebih lanjut, dalam segi medis atau kesehatan, ada saran porsi makan kurma yang pas untuk harian. Dilansir laman Nuturally, porsi harian makan kurma disarankan cukup 2 buah saja atau 40 gram per hari. Food and Drug Administration (FDA) turut memberikan saran yang sama, yaitu konsumsi kurma kering sebanyak 40 gr per hari dapat membantu memenuhi nutrisi harian. Terutama dalam mencukupi kebutuhan magnesium dan kalium.

Berapa Jumlah Nutirisi Kurma?

Sebagai buah yang kaya akan manfaat, jumlah nutrisi dalam kurma menjadi informasi yang perlu untuk diketahui oleh setiap orang. Termasuk kamu yang mungkin berencana menjadikan kurma sebagai salah satu camilan yang dikonsumsi sehari-hari.

Menurut WebMD, dalam porsi 2 butir kurma atau sekitar 40 gram tersedia kandungan 110 kalori. Di dalamnya ada protein, karbohidrat, serat, dan gula. Bahkan menariknya kurma mengandung 0 gram lemak. Untuk lebih jelasnya, berikut rinciannya:

  • Protein: 1 gram
  • Karbohidrat: 31 gram
  • Serat: 3 gram
  • Gula: 27 gram

Kemudian kurma kering punya kandungan yang kaya akan kalium, zat besi, kalsium, dan juga magnesium. Di dalam setiap butir kurma kering juga mengandung polifenol yang bertindak sebagai antioksidan yang mampu memberikan manfaat bagi kesehatan.

Sebut saja mendukung pencernaan, mencegah kanker, meningkatkan energi, hingga aman dikonsumsi oleh pengidap diabetes dalam jumlah yang cukup. Inilah yang menjadikan kurma menjadi salah satu buah dengan sumber nutrisi terbaik yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kapan Waktu Terbaik Makan Kurma?

Sebenarnya mengenai waktu terbaik makan kurma bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing orang. Sebab, antara satu orang dengan yang lainnya mungkin memiliki kebiasaan atau pertimbangan tersendiri dalam menyantap kurma sehari-harinya.

Namun demikian, ada saran dari ahli kesehatan yang mungkin bisa dijadikan sebagai referensi. Dilansir laman Health, ahli gizi bernama Lauren Harris-Pincus, MS, RDN memberikan rekomendasi untuk mengonsumsi kurma di antara waktu makan masing-masing. Jadi bisa dibilang kurma dapat menjadi camilan yang menyehatkan.

Kemudian disarankan juga untuk mengonsumsinya pukul 3 sore untuk mengatasi penurunan energi yang biasanya terjadi di sore hari. Saat ingin mengandalkan kurma sebagai sumber energi saat berolahraga, ahli gizi lainnya yang bernama Stacey Woodson, MS, RD, LDN turut merekomendasi untuk mengonsumsinya sebelum aktivitas tersebut dilakukan.

"Kurma adalah pilihan cerdas untuk camilan sebelum berolahraga , [karena] kandungan karbohidratnya membantu memberi energi pada otot yang bekerja, sementara kaliumnya mendukung fungsi otot yang tepat," kata Woodson.

Sementara itu, belum ada penelitian yang secara gamblang memberikan rekomendasi waktu terbaik mengonsumsi kurma agar mendapatkan manfaat untuk kesehatan. Namun, apabila ingin mendapatkan manfaat untuk mendukung kesehatan pencernaan, maka menyantapnya di antara waktu makan sebagai camilan dianggap sebagai pilihan yang baik dilakukan.

Di dalam Islam, selama bulan Ramadan, kurma juga menjadi salah satu camilan yang disunnahkan untuk dimakan. Anjuran makan kurma saat berbuka telah dijelaskan dalam hadits. Menurut buku 'Ensiklopedia Hadits Ibadah Puasa, Zakat, dan Haji' karya Syamsul Rijal Hamid, Anas bin Malik r.a. menuturkan:

"Adalah Rasulullah SAW biasa berbuka sebelum sholat dengan sebutir kurma. Jika tidak ada kurma yang ranum, maka dengan kurma yang masa. Apabila tidak ada kurma yang masak, maka berbuka dengan beberapa teguk air." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Demikian tadi penjelasan mengenai cara makan kurma yang benar dengan saran dicuci dulu sebelum disantap lengkap dengan jumlah nutrisi dan waktu terbaik makannya. Semoga mampu menjawab rasa penasaran kamu, ya.

FAQ

Kenapa kurma harus dicuci sebelum dimakan?

Saudi Food and Drug Authority (SFDA) merekomendasikan mencuci kurma dengan air panas untuk membantu mengurangi residu, mikroorganisme, atau zat lain yang mungkin menempel pada kulitnya. Langkah ini penting terutama jika kurma akan dikonsumsi oleh anak-anak atau lansia.

Lebih baik kurma langsung dimakan atau direndam dulu?

Kalau ingin tekstur lebih lembut dan lebih mudah dicerna, kurma bisa direndam beberapa menit dalam air bersih. Cara ini cocok untuk anak-anak, lansia, atau yang punya masalah pencernaan. Bonusnya, kurma jadi terasa lebih juicy dan segar.

Banyak makan kurma makin sehat?

Kurma memang kaya nutrisi, tapi tetap mengandung gula alami yang cukup tinggi. Idealnya, cukup 2-3 butir per hari (sekitar 40 gram). Bahkan anjuran konsumsi buah kering dari Food and Drug Administration (FDA) juga menyarankan porsi sekitar itu agar manfaatnya optimal tanpa berlebihan.



(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads