13 Jenis Keju Terbaik yang Cocok untuk Membuat Charcuterie Board

13 Jenis Keju Terbaik yang Cocok untuk Membuat Charcuterie Board

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Jumat, 09 Jan 2026 15:41 WIB
Charcuterie Board
Charcuterie Board. Foto: Stockking/Freepik
Jogja -

Charcuterie board adalah sajian berisi aneka keju, daging olahan, buah, kacang, roti, dan pelengkap lain yang disusun di atas satu papan saji. Awalnya, hidangan ini dikenal sebagai tradisi kuliner Eropa yang kini berkembang menjadi hidangan populer untuk berbagai acara. Bentuknya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan selera serta kebutuhan.

Dalam perkembangannya, charcuterie board tidak lagi sekadar piring berisi keju dan crackers. Seperti dijelaskan Real Simple, sajian ini berevolusi menjadi tampilan yang lebih beragam, menarik secara visual, dan kaya rasa. Setiap elemen dipilih untuk saling melengkapi, baik dari sisi tekstur maupun cita rasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJogja dari Real Simple, Southern Living, serta America's Test Kitchen, terdapat sejumlah jenis keju yang paling sering direkomendasikan. Kira-kira, keju apa saja yang bisa kita pakai? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Charcuterie board adalah sajian fleksibel yang memadukan keju sebagai elemen utama dengan daging, buah, dan pelengkap lain untuk menciptakan keseimbangan rasa dan tampilan.
  • Pemilihan keju ideal mencakup variasi tekstur dan karakter, mulai dari keju lembut dan creamy hingga keju keras dan beraroma kuat.
  • Penyusunan charcuterie board sebaiknya memperhatikan komposisi, visual, dan waktu penyajian agar rasa dan tampilannya maksimal.

ADVERTISEMENT

Jenis Keju Terbaik yang Cocok untuk Charcuterie Board

Ilustrasi Charcuterie BoardIlustrasi Charcuterie Board Foto: Azerbaijan_Stockers/Freepik

Berikut ini adalah 13 jenis keju terbaik yang cocok untuk membuat charcuterie board, dijelaskan satu per satu berdasarkan rasa, tekstur, dan cara menikmatinya.

1. Brie

Brie adalah keju susu sapi dengan tekstur lembut dan bagian dalam yang creamy. Keju ini memiliki aroma sedikit kacang dan rasa yang ringan. Brie sangat fleksibel karena cocok dipadukan dengan selai, madu, atau daging asin. Kulit luarnya bisa dimakan dan justru menjadi ciri khasnya.

2. Goat Cheese

Selain Brie, keju kambing juga kerap muncul di charcuterie board. Karakternya lembut dengan rasa sedikit asam. Banyak variasi goat cheese yang diperkaya madu, buah, atau rempah untuk menyeimbangkan rasa khasnya. Keju ini cocok dipasangkan dengan buah segar dan roti netral.

3. Aged Gouda

Jika ingin keju dengan rasa lebih dalam, aged gouda bisa menjadi pilihan. Keju ini memiliki sentuhan karamel dan kacang dengan tekstur padat serta kristal renyah. Penyajiannya sering dibuat tidak beraturan agar tampil alami. Aged gouda serasi dengan mustard atau selai buah.

4. Parmigiano-Reggiano

Berbeda dari keju lembut, pilihan keras dan gurih bisa diwakili oleh Parmigiano-Reggiano. Teksturnya padat dan renyah dengan rasa asin yang kuat. Keju ini sebaiknya disajikan dengan pisau tajam atau cheese shaver. Padanan yang cocok meliputi buah segar, buah kering, dan fig jam.

5. Piave

Masih dalam kategori keju keras, Piave menawarkan rasa gurih dengan keseimbangan manis yang halus. Karakternya sering dianggap mirip Parmigiano-Reggiano namun lebih ringan. Keju ini mudah menyatu dengan selai, daging berbumbu, dan keju lain di papan saji.

6. Aged Mimolette

Untuk tampilan yang lebih mencolok, aged mimolette layak dipertimbangkan. Warna oranyenya langsung menarik perhatian. Teksturnya berada di antara cheddar dan parmesan dengan rasa asin, sedikit asam, dan nuansa karamel. Sajikan dalam serpihan kasar untuk kesan visual yang kuat.

7. Manchego

Pilihan lain yang tak kalah populer adalah Manchego dari Spanyol. Keju susu domba ini memiliki rasa gurih dengan aroma rumput yang khas. Teksturnya semi-keras dan cukup padat. Karena rasanya cukup intens, potongan tipis sudah cukup untuk satu gigitan.

8. Midnight Moon

Bagi yang ingin keju kambing dengan rasa lebih ramah, Midnight Moon bisa menjadi alternatif. Teksturnya bisa diiris seperti gouda dengan rasa buttery dan sentuhan karamel. Keju ini sering disukai bahkan oleh mereka yang biasanya kurang menyukai keju kambing.

9. Delice de Bourgogne

Untuk sensasi super creamy, Delice de Bourgogne sering menjadi andalan. Keju triple-cream ini sangat lembut dan mudah dioles. Rasanya kaya dengan sedikit sentuhan asam. Karakternya yang tidak terlalu tajam membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai jenis selai dan daging asin.

10. Burrata

Selain keju oles, ada pula keju dengan kejutan di bagian dalam. Burrata memiliki lapisan luar yang lebih padat dan isi dalam yang sangat creamy. Rasanya milky dan lembut. Biasanya burrata diletakkan dalam mangkuk kecil agar isinya tidak menyebar saat dipotong.

11. Bayley Hazen Blue

Untuk penggemar keju beraroma kuat, Bayley Hazen Blue bisa menjadi bintang di charcuterie board. Teksturnya creamy dengan rasa tajam dan karakter yang tegas. Keju ini paling pas dipadukan dengan madu, roti manis, dan kacang karamel.

12. Chabichou du Poitou

Masih dari keluarga keju kambing, Chabichou du Poitou menawarkan tekstur lembut dengan bagian tengah yang lebih padat. Rasanya seimbang antara gurih, asam, dan sedikit manis. Keju ini mudah dioles dan nikmat disajikan bersama roti hangat dan madu.

13. Harbison

Sebagai penutup yang istimewa, Harbison sering dijadikan pusat perhatian. Keju ini dibungkus kayu spruce dan akan menjadi sangat lembut jika dibiarkan pada suhu ruang. Cara menikmatinya adalah memotong bagian atas kulit lalu menyendok bagian dalamnya. Rasanya creamy dengan sentuhan asin yang kuat dan kesan mewah.

Bagaimana Cara Membuat Charcuterie Board?

Membuat charcuterie board pada dasarnya fleksibel dan tidak kaku. Southern Living menekankan bahwa kamu bisa menggunakan bahan siap saji atau buatan sendiri. Kuncinya adalah memilih kombinasi rasa yang saling melengkapi dan menata bahan agar terlihat menarik. Penampilan penting karena orang 'makan dengan mata' terlebih dahulu sebelum mencicipi isinya. Yuk, simak cara membuatnya!

1. Tata Elemen Besar terlebih Dahulu

Langkah awal yang disarankan Southern Living adalah menata elemen berukuran besar terlebih dahulu. Letakkan mangkuk untuk saus, selai, atau keju oles di awal agar ruang papan tetap seimbang. Setelah itu, isi dengan keju, daging, buah, dan pelengkap lain secara bertahap hingga papan terlihat penuh dan melimpah. Jika papan terasa kurang padat, mengecilkan ukuran papan justru membuat tampilannya lebih bervolume.

2. Pilih Jenis Keju yang Tepat

Dari sisi komposisi, America's Test Kitchen menyarankan memilih tiga hingga lima jenis keju dengan tekstur dan karakter berbeda. Kombinasi keju lembut, keras, gurih, dan creamy membantu menciptakan rasa yang seimbang. Keju juga sebaiknya dikeluarkan dan didiamkan pada suhu ruang selama satu hingga dua jam agar rasanya berkembang maksimal sebelum disajikan.

3. Jangan Lupakan Pelengkap

Untuk pelengkap, Real Simple menekankan pentingnya variasi rasa dan tekstur. Tambahkan unsur manis seperti selai atau madu, unsur asin seperti zaitun atau daging kering, serta unsur renyah seperti kacang dan crackers. Pendekatan ini membuat charcuterie board tidak monoton dan memberi pengalaman rasa yang lengkap dalam setiap gigitan.

4. Susun Saat Akan Dikonsumsi

Terakhir, penyusunan charcuterie board sebaiknya dilakukan mendekati waktu penyajian. Southern Living menyebutkan bahwa komponen bisa disiapkan lebih dulu, tetapi sebaiknya dirangkai sesaat sebelum disajikan agar tampil segar dan menarik. Dengan mengikuti prinsip sederhana ini, charcuterie board akan terlihat rapi, menggugah selera, dan cocok untuk berbagai suasana.

Setelah tahu jenis keju terbaik dan cara membuatnya, apakah kamu tertarik untuk menyiapkan charcuterie dan menikmatinya di rumah, detikers?



(par/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads