Sate kere jadi salah satu menu jajanan yang wajib dicoba wisatawan saat berada di area Maliboro, Jogja. Menu sate yang satu ini sudah lama dinikmati, bahkan sejak era kerajaan.
Tidak sulit menemukan penganan ini di area Malioboro, karena apabila detikers berjalan dari arah Utara ke Selatan, akan ada banyak ibu-ibu yang menjajakan sate kere ini. Tak jarang, banyak wisatawan tergiur karena aroma bebakaran yang menggoda.
Sate kere cukup digemari di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Malioboro. Sebab, keunikan Sate Kere terletak pada bahan dasarnya. Tak seperti sate-sate lain yang berbahan dasar daging, sate kere justru berbahan dasar koyor atau lemak sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cita rasa yang gurih cenderung asin dan teksturnya yang kenyal membuat sate kere ini kerap dinikmati wisatawan sambil duduk di bangku area pedestrian Malioboro.
Sate Kere di pedestrian Malioboro, Jogja Foto: Zhafran Naufal Hilmy/detikJogja |
Salah satu penjual yang ditemui detikJogja di lokasi bernama Siti (57), mengaku berasal dari Sampang, Madura.
"Ini resepnya dari Madura, Mas. Saya dari Sampang," ucap Siti.
Situ mengaku diajak sang adik berjualan sate kere di Jogja. Ia sudah dua tahun menjajakan sate kere di Jogja.
"Sebelumnya, (yang berjualan) adik saya, itu," terang Siti sembari menunjuk adiknya yang sedang melayani pembeli.
Alasan Siti dan adiknya berjualan Sate Kere di Jogja, karena ternyata sudah turun temurun dari neneknya. Siti juga mengaku jika ada tujuh keluarganya yang tinggal di Jogja dan sama-sama berjualan sate.
"Ada tujuh (keluarga), Mas. Ada yang di Purwanggan, ada juga yang di Pakualaman. Jauh-jauh jaraknya," cerita Siti.
Ketika masa liburan seperti kali ini, Siti mengaku pendapatannya cukup meningkat. Adapun sate kere ini dijual dengan harga Rp 3.000 per tusuk dan berbeda-beda tiap porsinya mulai dari Rp 10.000, Rp 20.000, hingga Rp 30.000.
Selama dua tahun ia berjualan, dagangannya sering habis diborong wisatawan di waktu liburan.
"Biasanya bawa 2 kg koyor. Alhamdulillah kalau liburan gini ramai," katanya.
Siti dan beberapa pedagang sate kere lain, menjajakan dagangannya mulai pukul 14.00-22.00 WIB. Bahkan, ada yang sampai tengah malam dan dini hari.
"Kalau saya, habis nggak habis jam 10 pulang. Semua ya rezeki kan," ujar Siti menambahkan.
Artikel ini ditulis oleh Zhafran Naufal Hilmy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(par/ahr)













































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja