Perjuangan Leni Anak Buruh Tani Gunungkidul Diterima Kuliah Gratis di UGM

Perjuangan Leni Anak Buruh Tani Gunungkidul Diterima Kuliah Gratis di UGM

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 30 Jun 2026 13:55 WIB
Leni Ismawati bersama ayah Mojo dan ibunya Erni.
Leni Ismawati bersama ayah Mojo dan ibunya Erni. Foto: Dok. UGM
Sleman -

Tekad Leni Ismawati (18) dalam meraih cita-cita bisa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya bisa terwujud. Gadis asal Gunungkidul itu berhasil lolos Akuntansi UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Tidak hanya itu, Leni begitu akrab disapa, juga mendapatkan beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol dari UGM. Keberhasilan putri dari pasangan Semojo (50) dan Erni (37) untuk melanjutkan pendidikan di UGM tidaklah mudah.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga Leni terus berusaha untuk mewujudkan cita-cita yang sudah dibangunnya sejak sekolah dasar (SD). Kedua orang tua Lebi sehari-harinya bekerja mengurus sawah dan ternak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghasilan yang didapatkannya pun tidak tetap. Bahkan, untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, Erni mengaku sering mencari tambahan dengan menjadi buruh tani kepada tetangganya. Meski dengan kondisi tersebut, bukanlah menjadi halangan untuk pendidikan putrinya.

Erni menuturkan, baginya pendidikan anaknya adalah yang paling utama. Terlebih, dirinya yang hanya lulusan SMP dan suaminya yang hanya lulusan SD. Bahkan ia mengaku menyesal tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

ADVERTISEMENT

Terlebih dari keluarganya dan suaminya belum ada yang melanjutkan pendidikan hingga kuliah. Maka dari itu, sebisa mungkin ia ingin agar Leni berkesempatan meraih pendidikan setinggi mungkin seperti yang dicita-citakannya.

Erni juga tidak mau mengalami nasib seperti dirinya yang menyesal dengan pendidikannya. Dan tentunya keberhasilan Leni berkuliah di UGM menjadi kebanggaan tersendiri.

"Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya untuk biaya nanti bisa dicari. Saya tidak ingin dia menyesal seperti orang tuanya," tutur Erni, Senin (29/6) seperti dikutip dari laman resmi UGM.

Selama ini, kata Erni, dirinya dan sang suami memberikan dukungan penuh kepada Leni. Dia selalu berpesan, agar tidak perlu takut untuk mengejar apa yang sudah menjadi mimpinya.

"Ibu sempat berpesan agar jangan takut mengejar mimpi. Hal itulah yang akhirnya membuat saya berani mencoba mendaftar di jurusan Akuntansi UGM," ujar Leni.

Erni menuturkan, sejak kecil Leni sudah diajarkan untuk selalu prihatin karena bukan dari keluarga berada yang bisa mengadakan segala sesuatu secara instan. Ia menanamkan pemahaman bahwa setiap keinginan harus dicapai melalui usaha dan kerja keras, termasuk membiasakan Leni menabung dari uang sakunya jika ingin membeli kebutuhan pribadi.

Selain dari segi pendidikan, Erni mengatakan, ia juga memantau pendidikan agama serta pergaulannya agar ia tidak terjerumus ke dalam lingkungan yang membawa dampak negatif.

"Saya sengaja tidak memanjakannya sedari kecil, selain karena kondisi ekonomi, saya juga khawatir Leni akan kesulitan menghadapi masa depannya nanti," ungkapnya.

Perjalanan Leni menuju kampus biru tidaklah mudah. Sejak memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA 1 Wonosari, yang berjarak cukup jauh dari rumah, membuatnya harus tinggal di kos sendiri.

Pengalaman inilah yang justru membuat Erni dapat hidup mandiri dan membagi waktu dengan lebih baik. Berbeda dengan teman-teman sekolahnya yang mengikuti bimbingan belajar tambahan, karena keterbatasan ekonomi, Ia memilih untuk belajar mandiri. Leni menemukan waktu belajar efektif untuknya yaitu saat dini hari, Ia secara rutin bangun pukul 02.00 dini hari untuk belajar.

Kegigihannya pun berbuah manis, Ia berhasil mendapat peringkat kedua eligible yang menjadi modal untuk melanjutkan pendidikannya. Ketertarikan Leni pada bidang ekonomi sudah tumbuh sejak pertama kali menginjakkan kaki di bangku SMA.

Minat tersebut diperdalam dengan mengambil mata pelajaran peminatan ekonomi, yang kemudian secara spesifik mempelajari akuntansi di kelas 12.

"Semenjak kelas 12, saya mulai mendalami akuntansi serta bagaimana prospek karir ke depan. Hal tersebut akhirnya membuat saya merasa bidang ini sangat tepat bagi saya," tutur Leni.

Prestasinya dalam hal akademik tidak diragukan lagi, sedari menempuh pendidikan SD, Leni rutin mendapat peringkat satu hingga mendapatkan title lulusan terbaik saat SMP. Ia juga menyambangi berbagai kegiatan seperti Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), hingga keikutsertaan dalam Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kapanewon Wonosari.

Saat SMA, Ia sempat mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi hingga tingkat Kabupaten. Leni mengaku bahwa semakin bertambah usia, pemikirannya semakin terbuka luas. Awalnya Ia belajar untuk meraih peringkat dan hadiah, kini Ia belajar untuk mengubah kehidupannya baik dari segi ekonomi maupun latar belakang pendidikannya.

"Saya berharap setelah ini, Akuntansi UGM bisa membuka lebih banyak jalan dan hal-hal baik bagi masa depan saya," harapnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads