Aktivitas perkuliahan yang padat ditambah berbagai kegiatan di luar akademik bisa membuat mahasiswa mengalami kelelahan fisik dan mental atau disebut burnout. Pakar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkapkan cara mengatasi burnout tersebut.
"Fenomena burnout sebetulnya merupakan sesuatu yang bisa saja dialami oleh mahasiswa. Namun, faktor risiko dan faktor protektif yang dimiliki individu menjadikan seseorang akhirnya mengalami burnout atau tidak," tutur Pakar Psikologi Klinis UMY, Muhammad Arif Rizqi, dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan pengalamannya memberikan layanan konseling kepada mahasiswa UMY, Arif menyebut salah satu penyebab burnout yang kerap ditemuinya adalah mahasiswa kesulitan menyeimbangkan tuntutan akademik dan nonakademik dengan kemampuan mengelola diri.
"Faktor yang sering saya temukan saat konseling di UMY dan menyebabkan burnout pada mahasiswa adalah kurang mampu menyeimbangkan tuntutan akademik dan nonakademik dengan manajemen diri," jelasnya.
Arif mengatakan burnout dapat dikenali dari sejumlah tanda. Di antaranya kelelahan fisik yang berlangsung dalam waktu lama, emosi yang tidak stabil, rasa frustrasi, hingga hilangnya motivasi.
Kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas akademik mahasiswa. Burnout dapat membuat motivasi belajar dan konsentrasi menurun, sehingga proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas ikut terganggu.
"Burnout bisa berdampak pada kesehatan mental jika tidak ditangani dengan tepat. Selain itu, burnout juga bisa mengganggu performa akademik karena memengaruhi motivasi belajar dan konsentrasi," ujarnya.
Mindfulness Bisa Jadi Salah Satu Cara
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola burnout adalah mindfulness. Menurut Arif, pendekatan tersebut dapat membantu mahasiswa dalam mengelola stres dan emosi.
Mindfulness dapat dilakukan melalui sejumlah teknik, seperti deep breathing relaxation, visualisasi positif, hingga afirmasi diri.
Meski begitu, Arif menegaskan mindfulness bukan satu-satunya cara untuk mengatasi burnout. Penanganannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi psikologis, serta karakter masing-masing individu.
Arif juga mengingatkan mahasiswa agar mengenali batas kemampuan diri ketika menghadapi berbagai tuntutan selama menjalani perkuliahan.
"Kenali dan sayangi diri kita, tahu akan batasan kemampuan diri dalam membawa beban. Tidak semua hal harus kita selesaikan saat itu juga, maka berlatih untuk manajemen diri. Gunakan dukungan yang ada dan tetaplah menjadi hamba Tuhan yang berserah diri," pungkasnya.
Simak Video "Video Mahasiswa Trisakti-HMI Demo di DPR, Jl Gatsu Arah Slipi Ditutup"
(afn/ahr)