Ratusan wisudawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti prosesi wisuda di Gedung Prof H M Amin Abdullah, Rabu (20/5/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, menyampaikan pidato penuh pesan moral dan motivasi bagi para lulusan.
Dalam pidatonya, Rozaki mengajak wisudawan menoleh ke arah tribun tempat para orang tua duduk mendampingi mereka. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa tak lepas dari perjuangan keluarga.
"Di sana duduk wajah-wajah yang hari ini tersenyum paling lebar, namun sebenarnya adalah pemilik pundak yang paling lelah - Ayah dan Ibu kita semua," ujar Rozaki dalam sambutannya.
Ia kemudian meminta para wisudawan mengangkat topi toga sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjuangan selama kuliah.
Rozaki mengatakan para lulusan UIN Sunan Kalijaga harus siap menghadapi perubahan dunia yang berlangsung cepat, mulai dari perkembangan teknologi hingga perubahan sosial dan ekonomi. Menurutnya, lulusan kampus Islam tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai, etika, dan spiritualitas.
"Kalian adalah generasi yang ditempa, bukan sekadar dididik," katanya.
Dalam pidatonya, Rozaki juga menyinggung capaian UIN Sunan Kalijaga di tingkat internasional. Pada 2026, kampus tersebut masuk peringkat ke-37 dunia dalam QS World University Rankings by Subject untuk Theology, Divinity, and Religious Studies, serta peringkat ke-7 dunia versi Scimago Institution Rankings by Subject bidang Religious Studies.
Kabar membanggakan lainnya datang dari izin yang baru diperoleh dari Kemendiktisaintek untuk membuka Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Kedokteran - tonggak sejarah baru dalam perkembangan UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas Islam modern.
Bagi Prof. Abdur Rozaki, prestasi-prestasi itu bukan sekadar kebanggaan institusi, melainkan "energi moral" bagi para lulusan untuk melangkah lebih percaya diri membawa identitas keilmuan UIN Sunan Kalijaga ke mana pun para wisudawan mengembangkan karir
Menjelang akhir pidatonya, Rozaki menyampaikan tiga pesan utama kepada wisudawan. Pertama, menjadi pelaku perubahan dan bukan sekadar penonton. Kedua, menciptakan kesempatan dan tidak hanya menunggu peluang datang. Ketiga, terus belajar karena dunia akan selalu berubah.
Ia juga mengutip pesan Sutan Sjahrir untuk membakar semangat para lulusan.
"Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan," ucapnya.
Meski mendorong lulusan untuk berani mengejar cita-cita, Rozaki mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati. Menurutnya, ukuran manusia bukan terletak pada jabatan atau prestasi, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
"Teruslah tumbuh, teruslah menginspirasi, dan teruslah membawa nama baik almamater tercinta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," tutupnya.
Simak Video "Video Kondisi Putri Thailand yang Koma Sejak 2022 Terus Menurun"
(afn/apl)