Serba-serbi Mubeng Beteng Jogja Nanti Malam

Round-Up

Serba-serbi Mubeng Beteng Jogja Nanti Malam

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 16 Jun 2026 05:00 WIB
Suasana prosesi Mubeng Beteng Keraton Jogja memeringati 1 Muharram 1447 Hijriyah atau 1 Sura Dal 1959, Kamis (26/6/2025) malam.
Mubeng Beteng Keraton Jogja, Kamis (26/6/2025) malam. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Tradisi Mubeng Beteng Keraton Jogja digelar Malam 1 Suro alias Tahun Baru Jawa digelar nanti malam. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum. Berikut ini serba-serbinya, mulai dari jadwal, rute, hingga imbauan bagi yang hendak ikut serta.

Acara bertajuk Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng digelar untuk menyambut Tahun Baru Jawa Be 1960. Tradisi yang digelar oleh Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan fasilitas dari Dinas Kebudayaan DIY bisa diikuti secara gratis pada Selasa (16/6/2026).

Masyarakat yang ingin hadir dipersilakan datang ke lokasi sejak pukul 20.00 WIB. Akan ada acara pembukaan sebelum persiapan pemberangkatan Mubeng Beteng. Tidak perlu mendaftar, peserta tinggal datang ke Kagungan Dalem Kamandungan Lor pada jam yang sesuai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegiatan ini gratis, tidak ada registrasi, bebas tidak dipungut biaya bagi masyarakat umum yang akan mengikutinya," jelas Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

Jadwal Mubeng Beteng Jogja

Mubeng Beteng 2026 bakal digelar pada Selasa malam, 16 Juni 2026 hingga Rabu dini hari, 17 Juni 2026. Ini jadwalnya.

  • 20.00-21.00 WIB: Kehadiran Peserta di Kagungan Dalem Kamandungan Lor
  • 21.00-23.00 WIB: Macapat
  • 23.00-23.30 WIB: Pembukaan
  • 23.30-23.50 WIB: Persiapan Pemberangkatan

Rute Mubeng Beteng Jogja

Mubeng Beteng akan dimulai dari Kagungan Dalem Kamandungan Lor dan melewati sejumlah jalan. Berikut ini rutenya.

  • Kagungan Dalem Kamandungan Lor
  • Jalan Rotowijayan
  • Jalan Kauman
  • Jalan H Agus Salim
  • Jalan KH Wahid Hasyim
  • Jalan Suryowijayan
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan Mayjend Sutoyo
  • Jalan Brigjen Katamso
  • Jalan Ibu Ruswa
  • Jalan Pekapalan Alun-Alun Utara
  • Jalan Rotowijayan
  • Kembali ke Kagungan Dalem Kamandungan Lor

Syarat dan Larangannya

Sesuai namanya, Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng ini merupakan inisiasi dari kawula atau masyarakat, tepatnya oleh Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Jadi agenda ini memang bukan Hajad Dalem milik Keraton Yogyakarta ya, tapi inisiatif dari Abdi Dalem dan masyarakat dalam rangka nyengkuyung keraton sebagai pusat kebudayaan," terang Ketua Paguyuban Abdi Dalem Karaton Yogyakarta, KRT Kusumanegara dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

"Secara sosial dan kolektif, kami bersama-sama menjalankan lampah budaya Mubeng Beteng ini, menyatukan rasa untuk menjalani refleksi bersama demi menyambut tahun baru yang lebih baik," sambungnya.

Lantaran agenda ini bukan agenda resmi Keraton, tidak ada aturan resmi bagi masyarakat yang ikut berjalan mengelilingi beteng. Namun, Kanjeng Kusumanegara mengimbau untuk tetap saling menjaga kenyamanan, keheningan, ketertiban, dan kekhidmatan acara.

"Monggo untuk seluruh Abdi Dalem yang akan bergabung kami imbau bisa menggunakan busana pranakan dan kebaya jangkep," terang Kanjeng Kusumanegara.

"Bagi masyarakat umum, bisa bergabung dengan busana yang bebas rapi sopan dan nyaman, ya jadi kami harapkan tidak pakai celana pendek," imbaunya.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan DIY, @dinaskebudayaandiy, tertulis beberapa imbauan untuk ditaati.

"Demi menjaga kekhusukan dan kelancaran acara, seluruh peserta diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan rapi, tidak membawa atribut organisasi, komunitas, lembaga, maupun partai tertentu, serta senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (15/6).

Pentas Wayang Sebelum Mubeng Beteng

Abad Dalem Keraton Jogja tak hanya menghelat Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng untuk memeringati malam 1 Suro. Rencananya, bakal dihelat pementasan wayang gedhog sebelum Mubeng Beteng digelar.

Pentas ini akan dipimpin dalang MB. Cermo Gupito, yang juga salah satu Abdi Dalem Dalang Kawedanan Kridhamardawa yang mengemban tugas sebagai pimpinan produksi pementasan.

"Nah tahun ini, kami dari Kawedanan Kridhamardawa turut mangayubagya dengan menghadirkan pementasan wayang kulit gedhog yang digelar sebelum jalannya lampah budaya mubeng beteng tersebut," jelas Cermo Gupito dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Menurut Cermo Gupito, wayang gedhog merupakan salah satu jenis pertunjukan wayang kulit yang cukup unik dan langka karena mengangkat cerita Panji, bukan Mahabarata atau Ramayana seperti wayang purwa.

Wayang gedhog merupakan salah satu koleksi aset langka milik Keraton Jogja, yang kini sudah sangat jarang dipentaskan di wilayah DIY. Pementasan kali ini juga bertujuan mengenalkan dan melestarikan wayang gedhog.

"Melalui rangkaian acara ini, masyarakat dapat memaknai pementasan wayang dalam rangka mencari 'sangu' untuk introspeksi diri, karena tentu saja dalam gelaran cerita wayang banyak falsafah kehidupan yang termuat," terang Cermo Gupito.

Pementasan ini mengambil cerita Panji dengan lakon 'Jaya Berdangga', dan akan berlangsung sekitar 4 jam mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Pentas ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kraton Jogja. Namun masyarakat diperkenankan menyaksikan langsung di Kagungan Dalem Bangsal Kamandungan Kidul Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang terletak di dekat Alun-Alun Kidul, tepat di belakang/utara Gedhong Sasana Hinggil Dwi Abad.

Pentas ini terbuka untuk umum dan gratis tanpa perlu reservasi, masyarakat hanya perlu hadir dengan berbusana bebas, rapi dan sopan. Usai menyaksikan pementasan wayang, masyarakat juga bisa mengikuti iring-iringan Abdi Dalem dari Kagungan Dalem Kamandungan Kidul menuju Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti.

"Karena pementasan wayangnya juga hanya sampai pukul 23.00 WIB, jadi masyarakat yang nanti kemudian mau turut bergabung di Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng tentu masih bisa sekali lanjut mengikuti kegiatan tersebut," pungkas Cermo Gupito.

Halaman 2 dari 2
(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads